Jendela Dunia
Headlines News :

Latest Post

13 Kata Andalan Para Wanita Yang Menyebalkan Bagi Cowo

Written By radde on 17 Februari, 2013 | 16.02

http://www.didunia.net/
Anda yang punya istri atau pacar (yang jelas pacarnya wanita)
pernah gak agan berantem atau debat sama pasangan agan ???

nah ane mau share kata kata yang menurut ane itu adalah jurus pamungkasnya para wanita.. langsung aja deh cekidot :



kalo lagi berantem:
KAMU JAHAAAAT!!



KAMU GA PERNAH NGERTI AKUU...


KAMU GAK AKAN PERNAH NGERTI!!!


minta konfirmasi:
SEBENERNYA KAMU SYAANG AKU ATAU ENGGA SIH???




KAMU TUH SERIUS GAK SIH SAMA AKU??



SEBENRNYA MAU KAMU APASIH???



protes:


KAMU GA PERNAH ADA BUAT AKU..


APA BUKTINYA KAMU SAYANG SAMA AKU..


COWO ITU MEMANG SAMA.. BR*NGS*K SEMUA!!
MENGANCAM:


KALO GITU AKU LEBIH BAIK MATI SAJAA!!

Spoilerfor 11:
KALO KAMU GINI TERUS AKU MINTA CERAI.. / PUTUS!!

KAMU GAPERNAH BAHAGIAIN AKU!!!
http://www.didunia.net/
DAN TERERENG INI ADALAH PAMUNGKASNYA....
JANGAN HARAP AKU "KASIH"

Sumber

Buaya Air Asin Terpanjang Di Dunia Mati


Satu buaya air asin raksasa terpanjang di bumi, telah tewas saat berada di kurungannya di Filipina selatan."Kematian Lolong itu sangat disayangkan," kata Wakil Gubernur sel Sur, Santiago Cane, kepada Xinhua dalam pesan teks

Reptil sepanjang 6.12 meter dijuluki Lolong ditemukan mati di kandangnya di Kota Bunawan, Provinsi Mindanao Agusan del Sur sekitar pukul 20.00 waktu setempat Minggu, kata Walikota Bunawan, Edwin Elorde.

Elorde mengatakan, belakangan ini Lolong beraktivitas lamban tidak biasa sebelum kematiannya, mendorong pemerintah setempat menutup laguna resor di desa pedalaman Consuelo di mana Lolong dipelihara selama ini.

Pemerintah setempat telah menarik bayaran atas penampilan reptil itu sebagai daya tarik wisata di kota yang sepi sampai lebih dari 20.000 pengunjung sejak binatang itu ditangkap pada 2011.

"Dia telah berhenti makan seperti biasanya sejak bulan lalu. Sebenarnya, kami telah melihat perubahan yang tidak biasa dalam perilaku binatang itu tepat setelah topan Desember lalu," kata Elorde. "Perutnya membengkak," tambahnya.

Lolong ditangkap pada 2011 di Agusan Marsh. Tahun lalu, Guinness World Records menyatakan Lolong buaya air asin terbesar di dunia di penangkaran.
Sumber

Apa Yang Terjadi Jika Asteroid DA14 Benar Benar Menghantam Bumi ?

Asteroid DA14
Asteroid 2012 DA14 akan melintas di dekat Bumi pada Sabtu (16/2/2013) dini hari waktu Indonesia. Wilayah Indonesia adalah wilayah terbaik untuk menyaksikan asteroid ini.

Pihak Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) memastikan bahwa asteroid sebesar Gedung Putih ini takkan menghantam Bumi. Namun, bila mau berandai-andai, apa yang akan terjadi bila asteroid ini menghantam planet kita?

Asteroid 2012 DA14 diperkirakan berdiameter 150 kaki (45 meter) dengan bobot estimasi sebesar 140.000 ton.

"Bila asteroid sebesar itu menghantam Bumi, ia bisa menghasilkan energi ledakan setara 2,4 juta ton ledakan TNT, 180 kali lebih kuat dari kekuatan ledakan bom atom yang menghancurkan Hiroshima," tulis astronom NASA, Don Yeoman

Ukuran 2012 DA14 memang tidak sebesar asteroid yang menjadi penyebab kepunahan dinosaurus, Chicxulub Asteroid. Namun, ia tetap dapat menimbulkan kerusakan serius.

Kerusakan terjadi akibat ledakan asteroid di udara yang disebabkan oleh gesekan asteroid dengan atmosfer bumi. Gesekan tersebut menyebabkan batu itu menjadi sangat panas dan akhirnya meledak. Ledakan yang hebat menciptakan embusan angin dan gas panas yang intens, yang mampu menghancurkan seluruh materi organik yang ada di daratan.

Hal tersebut pernah terjadi di Sungai Tunguska, Siberia, pada tahun 1908. Ukuran asteroid yang diperkirakan sama dengan asteroid 2012 DA14.

Contoh lainnya, ledakan asteroid di Kabupaten Bone, Indonesia, dengan energi ledakan setara 55 kiloton TNT pada tahun 2009. Berdasarkan laporan NASA, pada saat itu ukuran asteroidnya diperkirakan berdiameter 5-10 meter.

"Dampak yang diakibatkan oleh tumbukan asteroid tidak akan menyebabkan malapetaka yang akan menghancurkan seluruh dunia. Akan tetapi, ia mungkin bisa menjadi sebuah bencana regional," ujar Yeomans.

Bumi memang akan terus bertumbukan dengan asteroid. Namun, tumbukan sepertinya tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

NASA telah memetakan 90 persen lintasan dari berbagai benda asing di dekat Bumi, yang dapat menghancurkannya. Sejauh ini mereka tidak menemukan satu pun potensi tabrakan yang akan terjadi di masa yang akan datang.
Sumber

Terungkapnya Misteri Danau Paling Asin Di Dunia

Danau Don Juan
Danau Don Juan di Antartika adalah danau paling asin di dunia. Danau ini terletak di McMurdo Dry Valley. Kadar garam danau yang mencapai delapan kali lipat Laut Mati sejak lama mengundang teka-teki.

Tim ilmuwan dari Brown University berhasil menguak rahasia keasinan danau tersebut. Mereka memublikasikan hasil penelitiannya di jurnal Scientific Report baru-baru ini.

Geolog menemukan, garam dan air di Danau Don Juan berasal dari deposit kalsium klorida di sekitar danau. Garam "mengisap" air di udara saat kelembaban meningkat. Garam beserta air lalu mengalir ke danau. Air danau juga kadang berasal dari salju yang meleleh membawa garam.

Saat garam dan uap air di udara menyatu, corak gelap terbentuk di permukaan. Uniknya, corak ini juga didapatkan di Planet Mars.

James Head, co-author dalam publikasi penelitian, mengatakan bahwa Don Juan dan basin di Mars punya kesamaan. Sama-sama danau tertutup. Sejauh ini, telah ratusan basin tertutup yang ditemukan di planet merah itu.

"Jadi, apa yang kami temukan di Antartika mungkin menjadi kunci bagaimana danau bekerja di Mars masa lalu dan bagaimana kelembaban mengalir di permukaannya hari ini," kata Head.

James Dickson yang juga terlibat riset mengatakan bahwa secara umum seluruh komposisi terdapat di Mars untuk mendukung tipe hidrologi seperti Don Juan.

"Tidak mungkin ada air yang cukup di Mars sehingga bisa membentuk danau, tetapi arus yang lebih besar di Mars masa lalu mungkin membentuk banyak Don Juan," urai Dickson.

Riset untuk mengungkap rahasia keasinan Don Juan ini dilakukan dengan mengambil 16.000 gambar selama dua bulan terakhir. Perubahan warna dan penampakan lain danau diamati. Diketahui, warna dan penampakan lain menunjukkan kondisi lingkungan.
Sumber

Korban Meteor Rusia Terbanyak Sepanjang Sejarah Modern


Sepanjang catatan sejarah modern, belum pernah ada obyek antariksa yang jatuh ke permukaan Bumi dan menimbulkan korban hingga 1.200 orang seperti di Rusia

"Saya berpikir keras untuk mengingat rekaman masa lalu kapan korban jatuh sebanyak itu akibat obyek sejenis. Sangat jarang terjadi hingga korban manusia sebanyak itu," kata Robert Massey, Deputi Sekretaris Eksekutif Royal Astronomical Society (RAS) Inggris.

Ia mengatakan, setiap hari sebenarnya tak kurang dari 100 ton pecahan benda antariksa menembus atmosfer Bumi. Namun, kebanyakan habis terbakar karena ukurannya terlalu kecil. Di malam hari, sering kali pecahan-pecahan sebesar pasir hingga kerikil tampak sebagai hujan meteor pada musim-musim tertentu.

Memang diduga pernah ada obyek berukuran sangat besar yang pernah menghantam Bumi. Misalnya, sebuah obyek antariksa berdiameter hingga beberapa kilometer yang jatuh 65 juta tahun lalu dan sumber teori penyebab punahnya dinosaurus serta perubahan iklim Bumi. Namun, peluang jatuhnya obyek sebesar itu sangat jarang, hanya sekali dalam jutaan tahun.

Obyek dengan diameter beberapa meter hingga puluhan meter lebih sering masuk ke atmosfer Bumi. Sering kali obyek-obyek sebesar itu tak sampai menghantam tanah dan hancur di dekat permukaan. Namun, gelombang kejut yang ditimbulkan tetap kuat dan menghancurkan seperti yang terjadi di Rusia kemarin.

Brigitte Zanda, pakar meteorit dari Museum of Natural History di Paris, Perancis, mengatakan, 85 persen obyek seperti itu jatuh ke laut. Lalu, 80 persen dari sisanya jatuh di hutan atau gurun.

"Jadi, peluangnya jatuh di kota yang banyak penduduk benar-benar sangat jarang," ujarnya.

Sepanjang catatan sejarah modern, ada dua obyek antariksa berukuran beberapa meter yang jatuh dan meledak dekat permukaan Bumi. Sebelumnya, pada 30 Juni 1908, sebuah obyek yang diperkirakan meteor atau pecahan komet juga meledak di atas Tunguska, Siberia.

Obyek di Tunguska berukuran sekitar 100 meter dan menghanguskan hutan seluas 2.150 kilometer persegi. Namun, karena jatuh di wilayah pedalaman, tidak dilaporkan korban manusia.

Sementara meteor di kota Chelyabinsk, kawasan industri di Rusia bagian tengah, Jumat kemarin, diperkirakan berukuran 15 meter. Laporan terakhir, korban luka-luka mencapai 1.200 orang yang umumnya terkena pecahan kaca bangunan yang hancur diempas gelombang kejut.
Sumber

Meteor Rusia Objek Terbesar 100 Tahun Terakhir


Dalam 100 tahun terakhir, meteor yang meledak di Rusia adalah benda langit terbesar yang jatuh ke Bumi.

"Meteor Rusia merupakan yang terbesar sejak 1908 ketika sebuah meteor menghantam Tunguska, Siberia," demikian pernyataan yang dirilis NASA di situs web resmi lembaga tersebut.

Margaret Campbell-Brown, seorang astronom dari Universitas Ontario, Kanada, mengatakan, obyek tersebut mungkin berasal dari sabuk asteroid yang berada antara Mars dan Jupiter. Meteorit yang jatuh sampai permukaan kemungkinan berupa batu yang juga mengandung nikel dan besi.

Meteor tersebut diperkirakan berdiameter 15 meter dan seberat 7.000 ton. Namun, saat meledak, ukuran lebih kecil karena sebagian massanya telah terbakar saat menembus atmosfer Bumi.

Berdasarkan data rekaman infrasonik di jaringan pemantau senjata nuklir menunjukkan bahwa meteor itu melepaskan kekuatan ratusan kiloton energi. Kekuatannya jauh lebih besar ketimbang senjata nuklir yang baru saja diuji coba Korea Utara.

Para ahli di NASA memperkirakan, meteor melesat dengan kecepatan 18 kilometer per detik. Sementara Akademi Sains Rusia memperkirakan meteor meledak di ketinggian antara 30-50 kilometer di atas permukaan tanah.

Kekuatan ledakannya mencapai ratusan kiloton atau setara puluhan bom nuklir sehingga gelombang kejutnya sampai menghancurkan kaca-kaca bangunan di bawahnya. Laporan terakhir sudah 1.200 orang menjadi korban luka-luka akibat ledakan tersebut. Umumnya, korban terkena pecahan kaca bangunan.

Mengingatkan Tunguska

Peristiwa ledakan meteor di atas kota Chelyabinsk, Rusia bagian tengah, itu mengingatkan kembali peristiwa Tunguska yang terjadi di daratan Siberia pada 30 Juni 1908. Saat itu, sebuah benda langit yang diduga meteor atau pecahan komet juga meledak di udara.

Sebagai perbandingan, obyek yang meledak di Tunguska pada ketinggian 5-10 kilometer dan dari obyek berdiameter sekitar 100 meter. Kekuatan ledakannya diperkirakan setara 10-15 megaton TNT atau 1.000 kali kekuatan bom atom Hiroshima.

Akibat ledakan yang begitu dahsyat, hutan seluas 2.150 kilometer persegi hangus terbakar. Ledakan juga diperkirakan menimbulkan gempa di darat sekuat 5 skala Richter dan terdengar dari ribuan kilometer. Hanya saja, karena terjadi di daerah pedalaman, tidak tercatat jatuhnya korban dalam peristiwa Tunguska ini.
Sumber

Ledakan Meteor Rusia Setara Dengan 20 Bom Hiroshima


Dengan cahaya yang menyilaukan dan gelombang kejut yang luar biasa, sebuah meteor jatuh di Chelyabinks, Siberia, Rusia. Dampak ledakannya telah melukai lebih dari 1.000 orang serta membuat kepanikan massal di kota berpopulasi 1 juta orang itu.

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memperkirakan meteor itu hanya seukuran bus dan berbobot sekitar 7.000 ton. Namun, kekuatannya sangat dahsyat, 20 kali bom atom dan bola api yang ditimbulkannya terlihat sangat dramatis.

Menurut warga kota itu, peristiwa alam itu seperti yang mereka saksikan seperti di film-film. "Saya terbangun karena ada ledakan. Rasanya, seluruh gedung ini terlempar," kata Igor Chudnovsky, seorang eksekutif perusahaan di Chelyabinsk, seperti dikutip USA Today.

"Saya melihat cahaya, seperti ledakan nuklir, seperti yang saya lihat di film-fim dokumenter," lanjutnya.

Meteor yang meluncur ke wilayah barat Siberia itu masuk atmosfer Bumi pada pukul 09.20 pagi waktu setempat dengan kecepatan sedikitnya 54.000 kilometer per jam dan meledak di ketinggian 30-50 kilometer, kata Akademi Sains Rusia.

Sementara NASA memperkirakan kecepatannya 64 kilometer per jam dan meledak di ketinggian 19-24 kilometer. Meteor itu mengeluarkan 300-500 kiloton energi dan meninggalkan jejak sepanjang 480 kilometer.

"Ada kepanikan. Orang-orang tidak tahu yang sedang terjadi," kata Sergey Hametov, warga Chelyabinks.

"Kami melihat ledakan cahaya di udara, lalu keluar rumah untuk melihat yang terjadi dan kami mendengar ledakan yang sangat keras menggelegar di udara," tutur Hametov kepada Associated Press.

Gelombang kejutnya diperkirakan memecahkan kaca seluas 100.000 meter persegi, menurut pejabat kota. Tak kurang dari 3.000 gedung di kota itu rusak.

Menurut Kementerian Dalam Negeri, lebih dari 1.000 orang dirawat di rumah sakit. Sebagian besar korban terluka akibat pecahan kaca.

Para ilmuwan memperkirakan kekuatan yang dikeluarkan meteor itu 20 kali kekuatan bom atom Hiroshima, meskipun benda ruang angkasa itu meledak di altitud yang lebih tinggi.

Ilmuwan dari Jet Propulsion Laboratory NASA, Amy Mainzer, mengatakan, atmosfer Bumi menjadi semacam tameng. Mainzer menjelaskan, gelombang kejut yang ditimbulkan memang menghancurkan kaca, tetapi "atmosfer menyerap sebagian besar energi itu."

Juru bicara Kementerian Situasi Tanggap Darurat Vladimir Purgin mengatakan, banyak korban terkena pecahan kaca karena mereka berdiri sangat dekat dengan jendela untuk melihat penyebab cahaya yang menyilaukan, yang bahkan lebih terang dari matahari itu.

Sampai saat ini belum ada laporan soal adanya korban tewas dalam peristiwa yang sangat langka itu.
Sumber

Sains

More on this category »

Pemilu 2014

More on this category »
 
Contact Us : Disclaimer | Advertise With Us
Copyright © 2013 Jendela Dunia - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger