Jendela Dunia
Headlines News :

Latest Post

Bocah Ini Temukan Fosil Dinosaurus Jenis Baru

Written By radde on 31 Maret, 2013 | 10.37


Penemuan fosil purbakala ternyata juga dapat dilakukan oleh amatir, bahkan seorang anak kecil.

Adalah Daisy Morris, seorang anak perempuan berusia 9 tahun, dari Isle of Wight, Inggris, yang berhasil menemukan fosil Pterosaurus pada tahun 2009 lalu. Kini, ia mendapat kehormatan. Namanya diabadikan menjadi nama spesies dinosaurus tersebut.

Terungkap, dinosaurus yang ditemukan Morris merupakan pterosaurus langka yang belum pernah ditemukan sebelumnya.

Morris mulai menjadi "pemburu" fosil sejak usia tiga tahun. Ibu Daisy, Sian Morris, mengatakan, putrinya menemukan fosil pterosaurus yang disebutnya “tulang hitam yang keluar dari dalam pasir” di pantai Atherfield pada tahun 2009.

Tak lama setelah ditemukan, keluarga Morris membawa spesimen yang diduga fosil itu ke ahli fosil, Martin Simpson, di Southampton University untuk dianalisis lebih lanjut.

Analisis mengungkap kebaruan spesies itu. Spesies tersebut kemudian diberi nama Vectidraco daissymorisae. Nama spesies itu kurang lebih berarti naga dari Isle of Wight yang ditemukan oleh Daisy.

“Saya tahu kalau saya melihat sesuatu yang sangat spesial dan ternyata dugaan saya benar,” kata Simpson



Pterosaurus yang ditemukan Morris tergolong jenis yang berukuran kecil. Vectidraco daisymorrisae adalah spesies pterosaurus dengan panjang 3,65 meter.

Diduga spesies ini hidup pada periode Cretaceous awal. Penemuan spesies baru beserta nama yang diberikan telah dipublikasikan pada jurnal PLOS One. Spesimen fosil pterosaurus ini telah didonasikan kepada Natural History Museum, yang menamai pulau Isle of Wight sebagai “dinosaur capital of Great Britain”.

Simpson mengatakan, temuan ini bukti bahwa sebuah penemuan besar bisa dilakukan oleh seorang amatir. Pterosaurus adalah jenis reptil terbang yang hidup pada waktu yang sama dengan dinosaurus, lebih kurang 220 juta tahun lalu.
Summber

Ilmuwan Ubah Karbondioksida Menjadi Bahan Bakar


Tim peneliti dari University of Georgia berhasil mengembangkan cara baru memanfaatkan karbon dioksida di atmosfer dan mengubahnya menjadi bahan bakar dan produk lain yang bermanfaat.

"Pada dasarnya, yang kami lakukan adalah menciptakan mikroorganisme yang mengubah karbon dioksida persis seperti bagaimana tumbuhan melakukannya, menyerapnya, dan menghasilkan sesuatu yang berharga," kata Michael Adams dari Bioenergy Systems Research Institute University of Georgia.

Tumbuhan seperti diketahui mengubah karbon dioksida menjadi glukosa dengan bantuan sinar Matahari dan air. Glukosa tersebut bisa diproses menjadi etanol lewat fermentasi. Namun, proses secara langsung sulit sebab glukosa tersembunyi pada bagian dalam tumbuhan.

"Penemuan ini berarti kita berupaya menghilangkan tumbuhan sebagai pihak tengah," ungkap Adams yang telah memublikasikan hasil penelitiannya di Proceedings of the National Academies of Sciences

"(Dengan metode ini) kita dapat mengambil karbon dioksida langsung dari atmosfer dan mengubahnya menjadi produk lain seperti bahan bakar dan bahan kimia tanpa harus melewati proses yang tidak efisien seperti menumbuhkan tanaman dan ekstraksi karbon dioksida dari biomassa," katanya.

Tim peneliti merekayasa materi genetik mikroorganisme pemakan karbohidrat, Pyrococcus furious, yang tumbuh subur di laut dalam, dekat ventilasi hidrotermal. Mikroba itu dibuat mampu mengonsumsi karbon dioksida pada lingkungan dengan suhu yang jauh lebih rendah.

Setelah berhasil membuat strain baru dari bakteri tersebut, peneliti menggunakan gas hidrogen untuk menghasilkan reaksi kimia di dalam tubuh mikroorganisme yang akan menggabungkan hidrogen dengan karbon dioksida menjadi asam 3-hydroxypropionic yang digunakan industri kimia secara umum untuk membuat akrilik dan produk lainnya.

Dengan melakukan rekayasa genetika pada strain baru P furiosus, peneliti dapat membuat versi baru dari mikroorganisme hasil rekayasa tersebut yang akan mampu memanfaatkan karbon dioksida menjadi produk industri lainnya, termasuk bahan bakar (fuel).

Adams menambahkan, proses ini adalah langkah pertama yang sangat penting dan menjanjikan guna pengembangan metode produksi bahan bakar yang efisien dan bisa mengefektifkan biaya.

"Ke depannya, kami akan mengembangkan prosesnya dan mulai mencobanya pada skala yang lebih besar," katanya
Sumber

Ditemukan Ikan Amfibi Yang Langka


Ragam fauna samudra Indonesia bertambah dengan ditemukannya dua generasi dari ikan rockskipper di pesisir selatan Yogyakarta. Keduanya, Andamia dan Alticus, ditemukan tahun 2012 oleh peneliti muda, Gatot Nugroho Susanto.

Rockskipper, atau biasa disebut cathal oleh warga lokal, terdiri dari tiga generasi yaitu, Alticus, Andamia, dan Entomacrodus. Namun, karena dianggap tidak memiliki nilai ekonomi, ikan amfibi ini belum banyak diteliti.

Jenis dari Andamia yang ditemukan di pesisir Yogyakarta adalah Andamia heteroptera yang terakhir kali ditemukan pada tahun 1857 di Ambon. Adapun dari Alticus, yang ditemukan bersamaan, kemungkinan adalah jenis baru.

Gatot mengatakan bahwa Andamia heteroptera yang terdapat di pesisir selatan Gunung Kidul memang sudah ada sejak dulu. Spesies langka ini memilih tinggal di struktur batuan gunung api karena memiliki permukaan yang halus sehingga memudahkan pergerakannya.

"Pergerakan mereka menggunakan sirip pelvik, sirip pektoral, dan sucker disk (pelebaran bibir bawah) menyebabkan ikan ini harus menempel ke substratnya. Hal ini menyebabkan rockskipper memerlukan substrat yang halus untuk mempermudah pergerakannya," ujar Gatot

Bagi mata yang tidak awas, rockskipper mirip anak ular yang menempel di batu. Habitat bebatuan memang penting karena rockskipper hidup di batuan dan tidak pernah berada di air.

Ikan ini hanya memanfaatkan cipratan air laut untuk membasahi badannya dan akan menjauhi air dengan cara memanjat batuan ke arah yang lebih tinggi. "Ikan ini lebih banyak menggunakan kulit dibandingkan insang untuk bernapas," tambah Gatot, lulusan Pascasarjana Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada.

Andamia heteroptera pertama kali ditemukan oleh Bleeker tahun 1857 di perairan Ambon. Namun demikian, masih jarangnya penelitian jenis ini menyebabkan informasi sebaran di daerah lain belum pernah dilakukan. Ini berdampak pada kurangnya penelitian mengenai rockskipper.

Penelitian terakhir mengenai Andamia heteroptera hanya dilakukan oleh Rao dan Hora tahun 1938 di Kepulauan Andaman dan hingga sekarang belum ada penelitian kembali, baik di Kepulauan Andaman maupun Indonesia.

"Perlu adanya tindakan langsung untuk mendata dan mengetahui informasi biologi jenis ikan ini. Penelitian saya diharapkan mampu memberikan sumbangan informasi kekayaan hayati di Indonesia," papar Gatot.
sumber

Makam Kuno Di Raja Ampat Di Jarah


Sekitar 10 makam kuno di Raja Ampat, Papua Barat, dijarah setelah dibukanya akses perairan untuk pariwisata. Makam kuno itu terletak di ceruk-ceruk goa bukit karst di laut Raja Ampat.

Penjarahan itu terjadi di Misole, Teluk Maya Libit, dan Teluk Kabui. Diperkirakan benda hilang meliputi ratusan tengkorak dan bekal kubur berupa piring-piring keramik China dan patung- patung kayu adat Raja Ampat.

Tokoh Pemuda Masyarakat Raja Ampat, Abraham Goran Gaman (43), mengatakan, di makam kuno Aikor, Teluk Maya Libit, saat ini tak ada lagi tengkorak tersisa. Warga juga menemukan bekas-bekas galian untuk mengambil bekal kubur, tetapi tak mengetahui pelakunya.

”Warga umumnya menyalahkan turis karena kehilangan di makam kuno mulai terjadi sejak akses pariwisata ke Raja Ampat terbuka untuk turis, tahun 2008,” katanya

Makam-makam kuno Raja Ampat itu diperkirakan telah berusia lebih dari 300 tahun. Pada zaman dulu, adat pemakaman Raja Ampat adalah meletakkan jenazah di goa bukit kapur tanpa dikubur bersama bekal kubur. Meski tak lagi dilakukan, masyarakat masih menganggap makam kuno sebagai tempat yang sakral.

Menurut Abraham, pencurian sulit dipantau karena makam kuno terletak di pulau yang berbeda dari pemukiman warga. Masyarakat pun sangat takut mendekati makam kuno karena dianggap sakral.

Salah seorang dari tiga Kepala Adat Desa Wawiyai, di Teluk Kabui, Gerson Mangindal, mengatakan, penjarahan itu telah dilaporkan ke dinas pariwisata.

Makam kuno selama ini menjadi daya tarik wisatawan selain keindahan laut Raja Ampat.
Sumber

Ditemuka Bintang Bintang Paling Muda Di Alam Semesta


Teleskop Herschel milik European Space Agency (ESA) menemukan 15 buah protobintang atau bayi bintang yang berada di satu kawasan pembentukan bintang (star-forming) yang sama di dekat Tata Surya. Bisa dibilang, bintang-bintang itu adalah yang paling muda.

Pembentukan bintang bermula dari keruntuhan gravitasi awan massif yang terbentuk dari gas dan debu. Perubahan dari gas yang dingin menjadi bola plasma yang sangat panas yang disebut bintang terkadang relatif cepat menurut standar waktu kosmis. Pembentukan bintang baru terakhir hanya beberapa ratus tahun. Menemukan protobintang pada tahap paling awal, dimana masa hidupnya paling pendek dan tahapan paling redup, merupakan satu tantangan.

Awalnya, gas dan debu yang rapat menyelubungi calon bintang-bintang itu. Secara tiba-tiba, ke-15 proto bintang muncul saat penyelidikan pembentukan bintang terbesar di di rasi bintang Orion. Penemuan ini memberi kesempatan pada peneliti untuk ‘mengintip’ fase paling awal dan paling sedikit dimengerti pada proses pembentukan bintang.

Dari 15 bintang yang ditemukan Herschel, 11 diantaranya berwarna sangat merah. Artinya, cahaya yang dikeluarkan cenderung ke arah energi rendah di akhir spektrum elektromagnetik. Keluaran ini mengindikasikan bahwa bintang masih tertanam begitu dalam di kantung gas. Artinya, bintang-bintang itu masih sangat muda.

“Herschel telah mengungkap keberadaan bintang-bintang muda secara bersama-sama dan merupakan yang terbesar dalam satu wilayah pembentukan bintang,” ujar Amelia Stutz, peneliti postdoctoral di Max Planck Institute for Astronomy di Heidelberg, Jerman.

“Dengan hasil ini, kita memiliki kesempatan untuk menyaksikan momen ketika sebuah bintang akan mulai terbentuk,” tambahnya

“Dengan temuan terbaru ini, kami menambahkan foto penting yang hilang ke dalam album keluarga tentang perkembangan bintang,” kata Glenn Wahlgren, peneliti program Herschel di Kantor Pusat NASA di Washington.

“Herschel memungkinkan kita untuk memelajari bintang sejak ia masih ‘bayi’,” lanjutnya.

Para astronom sebenarnya telah lama mengamati daerah pembentukan bintang (star nursery) yang ada di Orion. Akan tetapi, mereka belum berhasil mengidentifikasi protostar sebelum akhirnya Herschel berhasil menemukannya.

Salah satu faktor yang membuat Herschel berhasil menemukan protobintang tersebut adalah pengamatan yang dilakukan menggunakan cahaya inframerah-jauh. Herschel menggunakan gelombang panjang yang bisa bersinar menembus awan tebal di sekeliling calon bintang yang menahan energi lebih tinggi dari sinar dengan panjang gelombang lebih pendek.

Penemuan besar ini terjadi berkat kontribusi banyak pihak, diantaranya pengamatan yang dilakukan teleskop luar angkasa Spitzer milik NASA, teleskop Atacama Pathfinder Experiment (APEX) di Cile yang melibatkan Max Planck Institute for Radio Astronomy di Jerman, The Onsala Space Observatorium di Swedia dan European Southern Observatory. Temuan ini akan dipublikasikan di jurnal The Astrophysical Journal.
Sumber

Sempat Rusak, Curiosity Kembali Memotret Mars


Curiosity is back!” Begitu tulis peneliti Ken Kremer dalam artikel yang dilansir oleh Universe Today. Sebelumnya, Curiosity sempat dihentikan aktivitasnya setelah mengalami kerusakan memori.

Bukti kesiapan Curiosity untuk kembali menjelajah Mars ditunjukkan dalam sebuah foto yang menunjukkan tangan Curiosity yang sedang mengangkat dan mata bor yang "menatap" ke arah kamera navigasi, dengan latar belakang pemandangan di Yellowknife Bay. Gambar mentah (raw) dari foto ini diambil  oleh NASA dan JPL-Caltech, kemudian disatukan oleh Marco Di Lorenzo, dan Ken Kremer, lalu diwarnai.

Penjelajahan Curiosity telah dihentikan untuk sementara waktu sejak tanggal 27 Februari 2013 lalu. “(Penghentian aktivitas Curiosity) disebabkan adanya kerusakan memori pada komputer sisi-A. Kondisi ini mendesak pengawas untuk menukar komputer sisi-A dengan komputer sisi-B”, berdasarkan pernyataan yang dikeluarkan NASA.

“Perintah pengalihan yang diberikan oleh operator memasukkan Curiosity dalam modus aman (safe mode) delama dua hari. Tim penjelajah memulihkan kemampuan sisi-A sebagai penyokong dan menyiapkan sisi-B untuk menjalankan operasi secara penuh”.

Masalah memori mungkin disebabkan oleh serangan sinar kosmis. Curiosity kembali mendapat rintangan kecil minggu lalu, membuatnya kembali masuk safe mode. Dan kemudian, sebuah badai matahari terjadi, yang memaksa tim di Bumi harus mematikan Curiosity untuk beberapa hari.

Sebelum "beristirahat", Curiosity telah memberikan cukup banyak fakta baru tentang planet merah tersebut. Ken menyebutkan dalam tulisannya, beberapa pencapaian yang dilakukan Curiosity di antaranya informasi bahwa pada masa lalu Mars memiliki lingkungan yang bisa ditinggali oleh mikroba, karena kondisinya yang lebih hangat dan lebih basah. Curiosity juga berhasil menemukan bukti pada area yang luas tentang kemungkinan adanya air di Mars.

Selain itu, hasil penggalian Curiosity yang dilakukan di Yellowknife Bay menunjukan jumlah mineral liat phyllosilicate yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan adanya aliran air yang mendekati netral dan lingkungan yang cukup ramah yang memungkinkan adanya bentuk kehidupan sederhana di Mars ribuan tahun lalu.

Tak hanya itu, instrumen analisis yang terpasang di badan Curiosity, seperti the Chemisty and Mineralogy (CheMin) dan Sample Analysis at Mars (SAM), telah menguji sampel batuan dan tanah yang ada di Mars untuk mengetahui komposisi kimia dan mencari jejak molekul organik. Sayangnya, hingga saat ini belum ada molekul organik yang ditemukan.

Pasca-istirahat panjang selama hampir satu bulan, kini Curiosity sudah siap kembali menjalankan misinya. Ke depannya, Curiosity akan menganalisis ulang sampel yang didapat dari batuan abu-abu pertama guna mencari jejak molekul organik.

Akan tetapi, pada bulan April akan terjadi fenomena solar conjuction yang akan mengganggu sistem komunikasi. Fenomena itu diperkirakan akan dimulai tanggal 4 April dan mungkin akan berlangsung selama beberapa minggu lebih. Dijadwalkan, Curiosity akan melaporkan hasil pengeborannya setelah fenomena konjungsi.
sumber

Langka , Komet Lewat Di Tengah Tengah Pancaran Aurora


Bulan Maret ini, ada dua komet terang yang melintas dan mampu diobservasi dari Bumi, Pan-STARRS dan Lemmon. Para penggemar astronomi berburu untuk bisa mendapatkan foto komet itu.

Sebagian astronom amatir berhasil mengabadikan Pan-STARRS. Tapi, hanya beberapa yang benar-benar punya hasil mengagumkan.

Chad Blakley salah satunya, berhasil mengabadikan Pan-STARRS bersamaan dengan fenomena aurora pada 20 Maret 2013 lalu.

Blakley mengabadikan momen itu dalam sebuah time-lapse video berdurasi 1:24 menit yang diunggah di situs Youtube pada sehari setelahnya.

Video menyuguhkan pemandangan aurora berwarna hijau yang meliuk-liuk dengan indahnya. Kemunculan komet Pan-STARRS baru terjadi di detik ke-44 sampai dengan detik ke-47, di dekat horison.



Sumber

Sains

More on this category »

Pemilu 2014

More on this category »
 
Contact Us : Disclaimer | Advertise With Us
Copyright © 2013 Jendela Dunia - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger