Jendela Dunia
Headlines News :

Latest Post

Simcard Bermaknet Akan Di Patenkan Apple

Written By radde on 14 Oktober, 2013 | 16.16


Sebuah paten baru Apple mengungkap desain terbaru slot SIM card untuk gadget Apple. Pada desain ini, slot SIM card memiliki magnet. Dengan mekanisme dan desain baru, Apple akan semakin menghemat ruang.

Tidak dijelaskan bagaimana cara kerja SIM card bermagnet, namun  yang menarik dari desain SIM card bermagnet ini, pengguna nantinya tak perlu lagi 'push' slot secara manual saat akan mengeluarkan atau memasukkan SIM card.

Apple memang dikenal sebagai penantang paling vokal atas ide 'push-push' slot SIM card nano. Sebelumnya, Apple juga berupaya mensosialisasikan desain SIM card nano miliknya.

Pembesut iPhone ini bahkan mendaftarkan proposal untuk standarisasi desain SIM card nano. Desain SIM card yang lebih kecil ini memungkinkan Apple membuat perangkat yang lebih kecil dan ramping.

Apple ingin desain SIM card nano miliknya menjadi standar di semua perangkat mobile. Perusahaan lain seperti Nokia, Motorola dan BlackBerry keberatan akan hal ini. Mereka pun punya standar desain SIM card nano sendiri.Sumber

Nexus 5 Akan Menggunakan Android Kitkat


Teka teki kehadiran Nexus 5 makin menguat. Tak hanya itu, kemunculan Android versi anyar pun kerap mengiringi generasi terbaru smartphone Nexus tersebut.

Hal itu dibuktikan oleh sebuah video YouTube yang sedang hangat diperbincangkan. Dalam tayangan video tersebut, tampak smartphone yang diduga kuat sebagai Nexus 5 memakai Android KitKat.

Video berdurasi 7 menit itu menampilkan kecocokan dengan bocoran sebelumnya. Hal yang terlihat antara lain bodi belakang yang memiliki kemiripan dengan tablet Nexus 7.

Sejumlah analis memang sempat memprediksi bahwa kedepannya smartphone dan tablet Google bakal memiliki kemiripan rupa satu sama lainnya, sebagai bagian dari corporate design. Samsung sejatinya telah lebih dulu mengadopsinya dimana sebagian besar smartphone dan tablet garapannya memiliki desain serupa.

Beralih ke sistem operasinya, Nexus 5 dalam video tersebut dipastikan mengusung Android KitKat. Namun Android yang dipakainya disebutkan masih menggunakan yang versi build lama.

Spesifikasi lain yang ditampilkan, Nexus 5 memiliki sejumlah tombol dan port penggunaan yang umum ditemukan pada perangkat Android lainnya seperti tombol power dan 'laci' SIM card di sisi kanan, tombol volume di sisi kiri, port audio 3,5 mm di bagian atas, serta port micro USB dan di bagian bawah.

Berikut adalah videonya.

Ditemukan Planet Tanpa Orbit Yang Menyendiri

Written By radde on 12 Oktober, 2013 | 09.57



Para astronom mengatakan, mereka telah menemukan planet penyendiri di luar tata surya. Planet itu mengambang sendirian di ruang dan tidak mengorbit ke bintang.

Merupakan planet gas yang dijuluki PSO J318.5-22, berjarak hanya 80 tahun cahaya dari Bumi dan memiliki massa yang hanya enam kali dari Jupiter, dan terbentuk 12 juta tahun lalu, planet ini dianggap sebagai bayi yang baru lahir.

"Kami belum pernah melihat obyek mengambang bebas dalam ruang yang terlihat seperti ini. Ia memiliki semua karakteristik planet muda, ditemukan di sekitar bintang lain, tetapi melayang di luar sana sendirian," kata ketua tim peneliti Michael Liu dari Institut Astronomi di Universitas Hawaii di Manoa.

"Saya sering bertanya-tanya apakah benda soliter itu ada, dan sekarang kita tahu yang mereka lakukan."

Para peneliti menerbitkan hasil studi mereka dalam Astrophysical Journal Letters, mengidentifikasi planet ini dari gerakan dan tanda panas yang unik menggunakan teleskop Pan-STARRS 1 di Gunung Haleakala, Hawaii.

AFP PHOTO/ N Metcalfe - Pan-STARRS 1 Science ConsortiumPlanet dijuluki PSO J318.5-22, menyendiri mengambang bebas tanpa orbit, berada dalam konstelasi Capricornus yang direkam teleskop Pan-STARRS 1 di Gunung Haleakala, Hawaii.

Mereka menyarankan planet yang baru ditemukan mungkin memiliki massa terendah dibanding semua benda mengambang bebas yang dikenal.

Teleskop lainnya di Hawaii menunjukkan bahwa planet ini memiliki sifat yang sama dengan gas raksasa yang mengorbit di sekitar bintang muda, tapi PSO J318.5-22 tidak memiliki bintang sebagai rumah.

Selama dekade terakhir, para peneliti telah menemukan sekitar seribu planet ekstrasolar menggunakan metode tidak langsung, termasuk planet yang menginduksi atau meredup dari bintang induknya.

Namun, hanya segelintir planet-planet itu yang telah diamati secara langsung karena sebagian besar mengorbit di sekitar bintang muda berusia kurang dari 200 juta tahun dan sangat terang.

"PSO J318.5-22 akan menghadirkan pemandangan indah planet gas raksasa yang tengah bekerja seperti Jupiter ketika baru lahir," kata penulis Niall Deacon dari Max Planck Institute for Astronomy di Jerman.
Sumber

Darah Kadal Ini Bukan Merah Tapi Hijau


Kalau ada kadal yang pantas disebut paling aneh, mungkin kadal itu adalah Prasinohaema. Berbeda dari kadal atau makhluk hidup lainnya, kadal ini punya darah berwarna hijau. Karakteristik kadal ini pertama kali dipublikasikan di jurnal Science pada tahun 1969.

Christopher Austin, biolog dari Lousiana State University, tertarik untuk mempelajari spesies kadal tersebut. Ia menjadikan riset tentang kadal itu sebagai riset doktoralnya di University of Texas.

Austin menemukan bahwa darah kadal spesies tersebut kaya akan senyawa biliverdin, salah satu molekul hasil pemecahan hemoglobin selain bilirubin.

Pada manusia, biliverdin dikeluarkan dari dalam tubuh lewat saluran pencernaan. Namun, pada kadal ini, biliverdin diakumulasi di dalam darah. Senyawa inilah yang menyebabkan darah, dan bahkan jaringan, tulang, dan lidah kadal ini punya warna hijau.

Meski penyebab warna hijau sudah terungkap, bukan berarti seluruh misteri kadal ini terungkap. Jika manusia mengakumulasi biliverdin, seperti orang yang mengalami gagal hati, maka akan terjadi jaundice atau bahkan kematian. Namun, kadal ini sehat-sehat saja.

Austin menduga bahwa akumulasi biliverdin dalam darah memang merupakan bentuk adaptasi agar Prasinohaema tahan dari serangan plasmodium yang menyebabkan malaria. Namun, hal itu belum bisa dipastikan.

Kini, Austin melakukan pekerjaan baru dengan mengurai genom kadal ini serta membandingkannya dengan kadal lain yang berdarah merah untuk melihat perubahan genetik yang mungkin menjawab pertanyaan tentang toleransi pada biliverdin dan resistensi dari plasmodium.
Sumber

Dua Persen Tanah Mars Mengandung Air



Hasil analisis senggenggam tanah dari permukaan planet Mars menyatakan sepersekian persen materialnya mengandung air. Analisis dilakukan di bagian perut robot milik Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA), Curiosity, yang tengah menjelajah Mars.

Hasil penemuan ini diterbitkan dalam jurnal Science. Jurnal ini sendiri merupakan satu dari lima makalah dalam seksi khusus misi Curiosity selama di planet merah.

"Satu penemuan paling menggembirakan dari sampel solid yang didapat dari Curiosity adalah adanya presentase air dalam tanah," ujar Laurie Leshin, Dekan Sains dari Rensselaer Polytechnic Institute, yang juga pemimpin penelitian.

"Sekitar dua persen tanah di permukaan Mars tersusun atas air yang merupakan sumber daya luar biasa," demikian ditambahkannya. Sampel yang didapat Curiosity diketahui juga melepas karbon dioksida, oksigen, dan komponen belerang ketika dipanaskan.

Penemuan besar ini makin menegaskan bahwa planet tersebut memang memiliki, atau pernah ada, aliran air. Penelitian kali ini juga membuktikan peranan besar dari instrumen untuk memproses batu dan tanah di Curiosity yang dinamai Sample Analysis at Mars (SAM).

Dikatakan Paul Mahaffy, kepala penyelidik untuk SAM, dengan menggabungkan analisis air dari SAM, ditambah dengan data mineralogi, kimia, dan geologi, mereka memiliki data paling komprehensif yang pernah didapat dari permukaan Mars.

"Data ini meningkatkan pengetahuan kita mengenai proses permukaan dan aksi dari air di Mars," ujar Mahaffy.

Curiosity merupakan robot dengan teknologi tercanggih yang mendarat di Mars pada Agustus 2012, tepatnya di Kawah Gale. Penemuannya yang paling penting sebelum air di permukaan ini adalah analisis yang menunjukkan planet tersebut bisa menampung kehidupan.
Sumber

Langka ! Kodok Memakan Kalelawar


Yufani Olaya, seorang penjaga hutan Taman Nasional Cerros de Amotape, Peru, mengirimkan foto ini ke Phil Torres, biolog asal Peru, yang memublikasikan di blognya.

Torres menyebutkan, dokumentasi ini merupakan penampakan langka—dan kemungkinan yang pertama—dari sebuah katak puru sedang memakan kelelawar. Katak puru (Bufo marinus) merupakan hewan asli Amerika Selatan dan bisa tumbuh sampai berbobot dua kilogram. Katak ini merupakan pemangsa "yang sangat oportunis" dan membuat mereka menjadi momok meski di tempat-tempat yang bukan asal mereka, seperti Australia.

Meski demikian, Torres tetap tidak bisa membayangkan bagaimana seekor amfibi agresif seperti katak puru bisa menangkap kelelawar yang mobilitasnya tinggi. Untuk itu, ia menghubungi Olaya untuk mendapatkan informasi lebih detail terkait serangan tersebut.

Olaya mengatakan kepada Torres bahwa "tiba-tiba kelelawar itu terbang menuju mulut katak tersebut, yang tampaknya bagaikan sedang menunggu dengan mulut yang terbuka lebar". Torres menuliskan, "Dengan refleks seperti katak, katak puru ini bisa menangkap kelelawar yang tidak awas langsung dari udara saat ia terbang terlalu dekat ke tanah, dan tampaknya langsung ke mulut yang sedang menunggu."

Lalu, apakah katak tersebut akhirnya berhasil menelan sayap-sayap kelelawar itu ke mulutnya? Menurut Olaya, tidak. Katak itu akhirnya menyerah dan melepehkannya. Saat Olaya mengira bahwa kelelawar itu sudah mati, ternyata ia perlahan pulih dan mampu kembali terbang. "Saya yakin ia tidak akan melakukan kesalahan yang sama," ucapnya.

Don Wilson, kurator mamalia dari Smithsonian National Museum of Natural History, sepakat bahwa "sangatlah masuk akal" bagi seekor katak puru memakan kelelawar. Wilson menyebutkan, itu merupakan kelelawar free-tailed, jenis kelelawar yang kerap bertengger di atap dan terbang tinggi dan cepat.

Untuk kasus ini, kemungkinan kelelawar tersebut tersungkur saat ia sedang keluar atau masuk ke sangkarnya dan katak itu kebetulan ada di dekatnya. Wilson mengatakan, katak puru akan memakan apa pun yang bisa masuk ke mulutnya. "Jadi, mengambil kelelawar yang ada di dekatnya tidaklah mengejutkan."

Serangan aneh predator pemangsa apa lagi yang pernah Anda saksikan?
Sumber

Kematian Tidak Terungkap Selama 65 Tahun Yang Menjadi Misteri

Written By radde on 07 Oktober, 2013 | 11.24

Banyak kasus di dunia ini yang belum terungkap oleh para penyidik. Salah satu kasus yang masih menjadi misteri adalah "Somerton Man".


Pada 1 Desember 1948, sesosok mayat pria ditemukan di pantai Somerton, Adelaide, Australia. Polisi mengindikasi kemungkinan berumur 40-an. Kondisi mayat sangat lengkap, tak ada tanda-tanda kekerasan fisik, bukti pembunuhan, atau kemungkinan penyakit.

Namun, ditemukan beberapa keanehan. Tak ditemukan label (merk) pakaian, celana, sepatu. Pokoknya sangat polos. Catatan gigi juga tak ada kecocokan dengan data penduduk. Jadi pria ini tak diketahui identitasnya.

Satu keanehan yang menambah daftar misteri yakni, ditemukan kertas di dalam kantong rahasia celana pria tersebut berbunyi "Tamam Shud". Kalimat  berupa kode ini hanya bisa ditemukan pada bagian belakang buku The Rubaiyat of Omar Khayyam yang sudah sangat jarang.

Polisi pun memanggil pemecah kode profesional. Namun tak ada yang bisa mengurai artinya. Hingga saat ini kasus ini masih terbuka bagi kesatuan kriminal kepolisian Australia Selatan. Setelah 65 tahun, penyidik tetap mencari sebab kematian The Somerton Man.

Sumber:

oddycentral.

Sains

More on this category »

Pemilu 2014

More on this category »
 
Contact Us : Disclaimer | Advertise With Us
Copyright © 2013 Jendela Dunia - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger