Jendela Dunia
Headlines News :

Latest Post

Foto Bumi Dilihat Dari Mars

Written By radde on 18 Februari, 2014 | 07.45



Wahana antariksa Curiosity menangkap citra Bumi dan Bulan dari Mars. Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mem-posting-nya lewat akun Twitter wahana itu

"Lihatlah kembali dalam kekaguman. Foto Bumi pertama saya dari permukaan Mars," demikian tweet wahana itu dari Indonesia.

Curiosity memotret wajah Bumi dan Bulan dari Mars itu delapan hari sebelum dirilis lewat Twitter. Wahana seberat 1 ton itu menggunakan instrumen Mastcam untuk memotret Bumi dan Bulan 80 menit setelah Matahari tenggelam.


NASA Citra Bumi dan Bulan dari Mars yang dipotret wahana Curiosity dan telah diperbesar.

Curiosity telah berada di Mars selama 529 sol (satuan hari di planet merah) di Mars. Namun, ini adalah foto Bumi dan Bulan pertama yang dihasilkan Curiosity.

Bila manusia berada di Mars, melihat Bumi dan Bulan tak perlu alat bantu. "Manusia dengan penglihatan normal, jika berdiri di permukaan Mars, bisa dengan mudah melihat Bumi dan Bulan sebagai dua bintang malam yang jelas," demikian pernyataan NASA yang dikutip CNN, Kamis.

Saat ini, Curiosity tengah menjalani salah satu bagian misi paling sulit, yakni menelusuri wilayah Dingo Gap di Kawah Gale yang kaya batu tajam dan bisa merusak.

Ini Adalah Jejak Kaki Yang Berusia 800.000 Tahun


Puluhan jejak kaki manusia purba ditemukan di Norfolk, Inggris. Usia jejak kaki itu lebih dari 800.000 tahun.

Ilmuwan mengungkapkan, jejak kaki itu adalah jejak tertua yang ditemukan di luar Afrika. Temuan ini bisa mengubah sejarah manusia bermigrasi ke luar benua itu pada masa lalu.

Jejak kaki itu tepatnya ditemukan di wilayah berlumpur seluas 40 meter persegi. Total jumlah jejak kaki yang ditemukan 50 buah.

Menurut ilmuwan, jejak kaki itu sudah ada sejak zaman es. Jejak itu lalu tersembunyi karena tertutupi es dan tanah liat.

Secara tentatif, ilmuwan mengungkapkan bahwa jejak kaki itu berasal dari masa 950.000-850.000 tahun lalu. Namun, studi masih diperlukan untuk mengonfirmasinya.

Dipaparkan iflscience.com,ilmuwan menduga bahwa jejak kaki itu adalah milik spesies Homo antecessor, spesies antara H ergaster dan H heidelbergensis.

Ukurannya menunjukkan bahwa jejak kaki itu milik individu dengan beragam variasi umur, kebanyakan dua laki-laki dewasa, tiga perempuan dewasa, dan sekitar empat anak.

Penemuan jejak manusia purba ini adalah hasil studi Nick Ashton serta British Museum dan rekannya. Temuan dipublikasikan di jurnal PLOS ONE

Jejak kaki manusia purba itu sebenarnya masih bisa diselidiki lebih lanjut. Namun, kini jejak kaki itu terancam oleh erosi.

Ilmuwan telah memotret jejak kaki itu dalam tiga dimensi. Namun, jejak sudah mengalami kerusakan, dan banyak yang tak jelas.

Saat ini dipercaya bahwa manusia keluar dari Afrika pada 200.000 tahun lalu. Bila terbukti bahwa jejak manusia purba ini berusia 800.000 tahun, maka sejarah migrasi manusia harus direvisi.
Sumber

Ditemukan Bintang Generasi Kedua Big Bang



Sejumlah peneliti, termasuk beberapa peneliti Australia, telah menemukan bintang yang hingga saat ini tercatat paling tua di antara bintang-bintang lain yang telah ditemukan. Dengan mendalami bintang ini, mereka bisa mengetahui berbagai kondisi semesta lebih dari 13 miliar tahun lalu.

Bintang tersebut dinamakan SMSS J031300.362670839.3 dan dilaporkan merupakan salah satu bintang generasi kedua setelah peristiwa ledakan besar big bang.

Penemuan tersebut dilaporkan dalam jurnal Nature.

Menurut penulis laporan itu Dr Stefan Keller, generasi pertama bintang yang terbentuk setelah peristiwa ledakan big bang mengandung hidrogen, helium dan sedikit lithium.

"Bintang-bintang tersebut terbuat dari gabungan hidrogen dan helium, hingga mereka berukuran amat besar, dengan massa beratus kali lipat lebih besar dari matahari," ucap Keller, yang saat ini meneliti di Australian National University.

"Saat kita punya bintang yang begitu besar, hidupnya pendek. Mereka akan meledak dalam peristiwa supernova dan mulai menjadi cikal bakal bagian semesta lainnya," jelasnya.

Ledakan tersebut mengandung elemen-elemen yang lebih berat, seperti karbon, silikon dan unsur besi.

"Begitu ada sedikit besi di semesta, bintang-bintang yang jauh lebih kecil akan terbentuk. Inilah yang kita lihat dalam temuan ini - salah satu bintang dari generasi kedua," jelas Kellar.

Bintang yang baru ditemukan ini terdapat di pinggiran Bimasakti, sekitar 6.000 tahun cahaya dari bumi. Dengan mengamati bintang ini, para ilmuwan bisa mendapat gambaran kondisi semesta lebih dari 13, 7 miliar tahun lalu.

"Bintang-bintang adalah kapsul waktu kecil. Saat mereka terbentuk, mereka menangkap bongkahan gas dari masa di mana mereka terbentuk. Saat kita menemukan bintang yang amat tua, berarti kita menemukan sampel semesta yang mendekati masa di mana bima sakti tengah terbentuk," jelas Keller.

Dari gambaran yang terlihat, tampak bahwa supernova atau ledakan bintang yang membentuk bintang tersebut amat berbeda dengan supernova-supernova yang terlihat di masa kini.

"Supernova biasanya menyebarkan unsur besi dan berbagai zat lain dalam jumlah besar, namun supernova yang satu ini tampaknya tak melepaskan unsur besi. Ledakan tersebut melepaskan sedikit magnesium dan banyak karbon," kata Keller.

Hingga, para peneliti menyimpulakn bahwa supernova pertama merupakan ledakan dengan kadar energi rendah, yang mengakibatkan terbentuknya lubang hitam (black hole).

"Meskipun [ledakan tersebut] cukup kuat hingga bisa menguraikan bintang awal, hampir seluruh elemen berat, seperti besi, dikonsumsi oleh lubang hitam yang terbentuk di inti ledakan," ucap Keller.

Hingga bintang tersebut mengandung kadar besi rendah.

Tim peneliti saat ini mengumpulkan data dari teleskop-teleskop besar di Chile untuk membangun gambaran bintang yang lebih rinci.
Sumber

Manusia Akan Bertemu Alien Di Tahun 2040 ?



Saat ini, manusia masih mengatakan bahwa alien mungkin ada di luar sana. Namun, ilmuwan memperkirakan bahwa dalam 25 tahun ke depan, manusia akan benar-benar menemukan alien.

Seth Shostak, peneliti dalam proyek Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI),  manusia bisa mendeteksi alien pada tahun 2040.

Shostak mengatakan, hal itu biasa terjadi karena ilmuwan sudah mampu memindai sistem keplanetan yang lebih banyak dan mendeteksi sinyal elektromagnetik yang dihasilkan alien.

"Saya pikir kita akan menemukan ET (makhluk cerdas dari luar angkasa) dalam dua lusin tahun mendatang, dengan eksperimen," kata Shostak dalam diskusi 2014 NASA Innovative Advanced Concepts, di Stanford University.

"Bukannya mengobservasi beberapa ribu sistem bintang, seperti perhitungan saat ini, kita akan melihat mungkin jutaan sistem bintang pada 2040," imbuhnya.

Shostak cukup yakin bahwa manusia bisa menemukan alien karena teleskop Kepler milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menemukan banyak planet yang bisa mendukung kehidupan di Bimasakti.

Shostak percaya bahwa satu dari lima bintang memiliki planet yang bisa mendukung kehidupan.

Jika memang ada kehidupan di luar angkasa, Shostak percaya bahwa makhluk hidup cerdas itu juga mengirim sinyal dan menunggu makhluk lain untuk mengontaknya.
Sumber

Kawah Biru Eksotis Di Planet Mars Yang Merah



Batu antariksa yang menghantam Mars memicu munculnya beragam kawah menarik. Salah satunya, kawah yang citranya baru saja dirilis Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA)

Citra kawah Mars terbaru itu diambil dengan kamera High Resolution Imaging Science Experiment (HiRISE) milik wahana Mars Reconnaissance Orbitter. Kawah tersebut memiliki lebar 30 meter dengan hiasan struktur radial gelap terang di sekitarnya.

Citra tersebut telah diolah oleh NASA. Berdasarkan keterangan NASA, warna biru pada bagian tengah kawah terjadi karena debu yang akan tampak berwarna kemerahan dilontarkan ke wilayah sekitarnya saat terjadi tumbukan.

Kawah itu berada pada koordinat 3,7 derajat Lintang Utara dan 53,4 derajat Bujur Timur Mars. Kawah itu pernah terpotret pada Juli 2010 dan Mei 2012. Citra yang dirilis kali ini adalah hasil foto pada 19 November 2013.

NASA tak memberi keterangan tentang besarnya batu yang memicu terbentuknya kawah ini. Namun, hantaman oleh batu itu memicu lontaran material hingga sejauh 15 kilometer. Mars Reconnaissance Orbitter adalah proyek penyelidikan Mars yang dikendalikan oleh Jet Propulsion Lab NASA.
Sumber

Gua Buatan Terbesar Di Dunia Yang Tersembunyi Di China

Written By radde on 16 Februari, 2014 | 16.14

Jika Anda berkunjung ke gua Longyou di China, Anda akan terkejut karena gua ini memiliki permukaan melengkung dan arsitektur yang halus. Ya, ini adalah gua buatan dan dibuat sekitar lebih dari 2000 tahun yang lalu!




Kompleks gua ini terdiri dari 24 gua (yang telah ditemukan) yang diukir lebih dari 2.000 tahun yang lalu sampai saat ini tetap tidak diketahui dibuat oleh siapa dan mengapa. Tampaknya dibuat oleh orang-orang yang memiliki akses ke alat mirip dengan alat modern saat ini dan mesin.



Sebuah perkiraan kasar dari beban kerja yang terlibat dalam membangun komplek gua ini sungguh menakjubkan. Bayangkan, luas total 4 gua yang masing-masing tingginya 30 meter adalah 1.200 meter persegi, sehingga masing-masing gua dibuat dengan menggali dan memindahkan 36.000 meter kubik batu.


Karena ada 24 gua yang telah ditemukan hingga saat ini, maka penggalian secara keseluruhan akan menjadi 900.000 meter kubik batu yang dipindahkan. Luarbiasa, bahkan untuk masa kini!





4 kolom (pilar) yang didistribusikan secara simetris di dalam salah satu gua, dan unsur-unsur yang lebih luar biasa yang membuat kita bertanya-tanya "Bagaimana mereka membuatnya?". Belum lagi tanda misterius di dinding yang memberikan kesan bahwa alat berat seperti ekskavator terlibat selama pembangunan gua.





Pada bulan Juni 1992 seorang warga bernama Wu Anai, memutuskan untuk mengambil air dari sebuah gua lokal, dan terungkaplah gua pertama dari serangkaian gua buatan di daerah tersebut. 

Setelah 17 hari memompa keluar air yang memenuhi gua, maka terlihatlah sebuah ruang gua dan beberapa bukti yang menunjukkan bahwa ia tidak terbentuk secara alami, tapi artifisial.





Ukiran di dinding dan langit-langit yang membentuk suatu pola yang rumit dan tidak mudah untuk dilihat sehingga banyak orang percaya bahwa ukiran itu mengandung simbolisme. Ukiran tersebut seperti terdapat pada beberapa keramik, yang terletak di sebuah museum di dekatnya dengan kronologi antara 500 dan 800 SM.





Seperti kebanyakan desa di Cina selatan, ada banyak kolam di desa Shiyanbei, tapi kolam-kolam yang ternyata adalah gua buatan ini sebagian besar berbentuk persegi panjang, dan sangat dalam, yang dikenal sebagai "kolam maut".



Kolam ini penuh dengan ikan-ikan, yang mudah ditangkap. Setelah gua pertama airnya dipompa keluar, tak satupun ikan atau bangkai ikan ditemukan.



Salah satu gua yang telah dibuka untuk wisatawan, terdapat pola ukiran dengan simbol mengacu pada kuda, ikan dan burung (Bumi, Air, Udara). Kepala burung ini memiliki tampilan yang mirip dengan patung yang terungkap pada situs arkeologi Hemudu.

















Gua Longyou baru ditemukan di akhir abad ke-20. Setidaknya 24 gua telah ditemukan sejauh ini. Meskipun penggalian secara keseluruhan melibatkan hampir satu juta meter kubik batu, tidak ada catatan sejarah mengenai pekerjaan ini. Asal mereka masih menjadi misteri


Saat ini tidak ada penjelasan untuk keberadaan mereka. Mereka merupakan salah satu penggalian bawah tanah terbesar dari zaman kuno. Mereka saat ini dianggap sebagai 'Keajaiban Dunia Kuno yang Kesembilan'.

Penemuan ini telah menarik perhatian banyak ahli dari China, Jepang, Polandia, Singapura dan Amerika Serikat. Salah satu pertanyaan yang paling sulit adalah bagaimana dan mengapa gua-gua ini tetap tersembunyi dan tidak diketahui hingga selama lebih dari 2.000 tahun.

Sumber :

versesofuniverse

Kecanggihan Dari KRI Usman Harun

Hubungan Indonesia dan Singapura kini mengalami gangguan. Beberapa media kita menyebut negeri pimpinan PM Lee Hsien Loong tersebut lagi ngambek berat. Pangkal permasalahannya karena nama Usman Harun. Nama dua tokoh TNI itu di sini jadi pahlawan, sementara di Singapura sangat dibenci. Merekalah di balik aksi peledakan MacDonald House di Orchad Road pada 10 maret 1965 silam.

Apalagi kini nama Usman Harun dipakai pada kapal perang canggih  buatan BAE System Maritime-Naval Ships. Semakin gondoklah Singapura.




Terlepas dari konflik yang sedang terjadi, apa sih kehebatan KRI Usman Harun?

Berdasarkan data, kapal perang tipe F2000 Corvette ini memiliki 1 meriam Oto Melara 76 mm, 2 meriam MSI Defence DS 30B REMSIG 30 mm, dan peluncur tripel torpedo BAE Systems 324 mm untuk perang atas air dan bawah air.

Selain itu, dilengkapi pula dengan 16 tabung peluncur peluru kendali permukaan-ke-udara VLS MBDA MICA (BAE Systems), 2 set 4 tabung peluncur peluru kendali MBDA (Aerospatiale) MM-40 Block II Exocet. Dua sistem arsenal inilah yang cukup mengganggu pertahanan musuh, baik dari udara ataupun permukaan laut.

Sistem kesenjataan bawah lautnya juga cukup menggentarkan lawan hingga jarak sejauh 50 kilometer dari titik peluncuran. Selain KRI Usman-Harun-359, senjata-senjata itu juga terpasang pada 2 kapal perang lain yang juga dipesan Indonesia dari Inggris: KRI Bung Tomo-357 dan KRI John Lie-358.

BAE System Maritime-Naval Ships melengkapi ketiga kapal perang yang semula dipesan oleh Angkatan Laut Kesultanan Brunei Darussalam itu dengan pengarah senjata elektro-optik Ultra Electronics/Radamec Series 2500, radar penjejak I/J-band BAE Insyte 1802SW I/J-band, radar navigasi Kelvin Hughes Type 1007, radar Thales Nederland Scout, dan penangkal serangan Thales Sensors Cutlass 242.

Untuk keperluan perang bawah air dari serbuan dan intipan kapal selam, kapal-kapal perang ini dilengkapi radar berbasis sonar di lambung Thales Underwater Systems TMS 4130C1, radar permukaan dan udara E-band dan F-band BAE Systems Insyte AWS-9 3D. Inilah salah satu sebab personel pengawaknya cukup banyak. Tiap kapal memerlukan 79 personel termasuk sang komandan kapal.

Dengan karakter korvet yang cukup “mini” namun cukup sarat persenjataan, kapal perang berbobot kosong hampir 2.000 ton ini pas untuk keperluan patroli jarak dekat-menengah dan kawal-sergap. Apalagi kecepatannya cukup mumpuni, yaitu hingga 30 knot perjam berkat dorongan empat mesin diesel MAN B&W/Ruston yang memancarkan tenaga total 30,2 MegaWatt dari 2 poros baling-balingnya.

Di atas kertas, sekali pengisian penuh bahan bakar dan logistiknya, jarak tempuhnya pada kecepatan ekonomis 12 knot perjam adalah 5.000 mil laut. Kalau ini benar-benar diterapkan, maka jarak Sabang-Merauke bisa ditempuh dalam 18 hari layar.

Dengan perhitungan jarak tempuh peluru kendali MM-38 Block III Exocet menjangkau 180 kilometer, maka jarak 5.000 mil laut alias 9.000 kilometer darat itu memerlukan 50 titik peluncuran peluru kendali secara simultan.

Jika KRI Usman-Harun-359 berada 25 mil laut dari perairan kedaulatan Singapura, peluru kendali buatan Prancis berkecepatan suara itu perlu waktu kurang dari 10 detik untuk mengenai sasaran di negara pulau itu sejak diluncurkan dari tabung peluncurnya di kapal.

Sains

More on this category »

Pemilu 2014

More on this category »
 
Contact Us : Disclaimer | Advertise With Us
Copyright © 2013 Jendela Dunia - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger