Jendela Dunia
Headlines News :

Latest Post

Bill Gates Akan Ke Indonesia April Mendatang

Written By radde on 12 Maret, 2014 | 13.23


Bill Gates, yang baru saja didaulat Forbes sebagai orang terkaya di dunia, akan kembali menyambangi Indonesia awal April 2014 nanti.

Namun, kedatangan Bill Gates kali ini bukan dalam kapasitasnya sebagai punggawa Microsoft, melainkan dalam rangka kegiatan sosial.

Pendiri raksasa teknologi Microsoft itu dijadwalkan bakal menunjukkan dukungan untuk Indonesian Health Fund -- lumbung bantuan kesehatan yang menampung donasi para pengusaha dan filantropis di Indonesia -- guna mengatasi demam berdarah, TBC, malaria, HIV, dan KB.

Setelah pensiun dari Microsoft, Gates dan istrinya memang sangat aktif dalam kegiatan sosial. Ia mendirikan Bill dan Mellinda Gates Foundation yang bergerak dalam aktivitas kemanusiaan.

Sebelumnya, Gates pernah datang ke Indonesia pada bulan Mei 2008. Saat itu, Gates sempat memberikan 'kuliah umum' di Jakarta Convention Center dengan mengenakan baju batik.

Tak lupa, ia juga sempat bersua dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan para pejabat Indonesia semisal Menristek, Menhut, Menkominfo, Mendag, Menkokesra dan Kapolri.
Sumber

Fitur Fitur Baru Di BBM Android


BlackBerry baru saja memberikan sedikit update di layanan messaging BlackBerry Messenger (BBM) untuk platform Android. Apa saja?

Dengan pembaharuan ini, pengguna BBM di Android kini bisa menyertakan emoticon di update status, sama seperti di handset BlackBerry. Jika BBM sudah di-update melalui Google Play, maka ikon emoticon akan tampil di atas keyboard saat pengguna akan menuliskan status baru.

Hal lain yang disertakan dalam update BBM Android ini adalah peningkatan waktu respons saat membuka BBM chat dan group screen. Juga memperbaiki beberapa masalah yang dialami pengguna saat menerima URL di chat BBM.

Pembaharuan terakhir adalah optimalisasi keawetan baterai handset saat pengguna melakukan BBM voice call atau panggilan telepon melalui BBM.

Popularitas BBM sepertinya makin meningkat setelah dibuka untuk Android dan iOS. Saat ini, jumlah penggunanya diperkirakan sudah tembus 80 juta.
Sumber

Pria Malaysia Lihat Cahaya Putih Mirip Pesawat Jatuh ke Laut China Selatan

Written By radde on 10 Maret, 2014 | 19.35


Seorang warga Malaysia mengaku melihat cahaya putih terang yang diduga sebagai pesawat, yang turun dengan cepat menuju ke Laut China Selatan di hari hilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370.

Alif Fathi Abdul Hadi, pria Malaysia berumur 29 tahun itu telah melaporkan hal ini ke Badan Penegakan Maritim Malaysia atau MMEA.

Dikatakan Alif, dirinya tengah berada di halaman rumahnya di Ketereh, Kelantan saat dia melihat cahaya putih terang tersebut pada Sabtu (8/3) sekitar pukul 01.45 waktu setempat. Menurut pria itu, cahaya tersebut mirip dengan cahaya yang digunakan pesawat-pesawat saat terbang di malam hari.

"Saya sedang berjalan menuju pintu belakang rumah saya ketika saya melihat sekilas cahaya putih. Cahaya itu bergerak menuju laut, menuju wilayah Bachok, hal yang tidak lazim," tuturnya.

Menurut Alif, dirinya mengamati gerakan cahaya itu selama sekitar lima menit, sebelum menyadari bahwa cahaya itu menurun cepat. Saat itu dia tidak tahu pasti apakah cahaya itu berasal dari sebuah pesawat mengingat dia cuma melihat cahaya.

"Saya tidak begitu memikirkan soal itu, dan langsung pergi tidur. Baru keesokan harinya, ketika saya mendengar berita di radio, saya pikir cahaya yang saya lihat itu mungkin dari pesawat," imbuhnya.

Setelah berdiskusi dengan anggota keluarganya, Alif disarankan untuk melaporkan hal ini ke otoritas terkait. "Saya harap informasi ini bisa membantu," tandasnya.
Sumber

Ini Foto 12 Kru MAS MH370: Please Come Back



Malaysia Airlines (MAS) MH370 yang hilang pada Sabtu (8/3/2014) lalu diawaki 12 kru. Foto kumpulan dari 12 kru itu beredar di twitter dengan pesan yang mengharukan.

Foto itu dikolasekan, seperti dikutip via Straits Times, dijajar bujur sangkar membentuk frame dengan di tengah-tengahnya gambar anak-anak berupa pesawat terbang bertuliskan 'MH 370' yang di bawahnya ada beberapa tangan menggapai-gapai. Di tengahnya ada tulisan 'Please Come Back'.

Pesawat itu dipiloti Zaharie Bin Ahmad Shah (51) yang bergabung dalam flag carrier Malaysia itu sejak 1981. Bahkan dia membangun simulator sendiri di rumahnya.

"Dia itu sangat melek teknologi penerbangan. Anda bisa tanya apa saja, dan dia akan membantu. Itulah baiknya dia," kata seorang kopilot MAS yang pernah terbang bersama Zahari sebelumnya, seperti dikutip dari Reuters.

Sedangkan pilot lain yang mengenal Zaharie selama 20 tahun mengaku suka menggoda rekannya itu, "Kami sering tanya, mengapa Anda membawa pekerjaan ke rumah," tutur pilot itu. Zaharie juga mengoleksi pesawat aeromodel.

Sedangkan kopilot Fariq Abdul Hamid masih berusia cukup muda, berusia 27 tahun, yang merupakan lulusan sekolah penerbangan Langkawi Aerospace Academy. Fariq adalah anak sulung dari 5 bersaudara.

"Ini sangat meremukkan hati. Saya dalam keadaan tidak baik," kata adik Fariq, Afiq (20). Dia mengenang kakaknya sebagai orang yang baik dan hangat. "Saya akan datang untuk menemukanmu, meski membutuhkan waktu semalaman," tulis Afiq dalam akun twitter miliknya.

Berikut 12 kru MAS MH370, yang semuanya berwarga negara Malaysia dari manifes penumpang:

ZAHARIE BIN AHMAD SHAH (Pilot)
FARIQ BIN AB HAMID (Kopilot)
PATRICK FRANCIS GOMES
ANDREW NARI (Kepala awak kabin)
GOH SOCK LAY
TAN SER KUIN
WAN SWAID BIN WAN ISMAIL
JUNAIDI BIN MOHD KASSIM
MOHD HAZRIN BIN MOHAMED
HASNAN
NG YAR CHIEN
FOONG WAI YUENG
TAN SIZE HIANG
Sumber

Minyak yang Ditemukan di Laut Dipastikan Bukan Avtur Pesawat MAS


Malaysian Maritime Enforcement Agency (MMEA) sudah menguji sampel minyak yang ditemukan sekitar 20 mil laut sebelah selatan dari titik tempat pesawat MAS MH370 melakukan kontak terakhir. Hasilnya dipastikan bukan dari pesawat yang hilang tersebut.

Diberitakan themalaymailonline.com, Senin (10/3/2014), kepala MMEA wilayah timur, Datuk Nasir Adam, mengatakan bahan bakar itu adalah 'bunker fuel', bukan avtur atau bahan bakar pesawat, apalagi milik Malaysia Airlines.

Sebelumnya ditemukan dua atau tiga ceceran minyak sepanjang 10 mil berwarna kekuningan. Sempat muncul dugaan itu adalah tumpahan minyak pesawat MAS yang mengangkut 239 orang.

Tumpahan minyak sebelumnya juga diinformasikan oleh otoritas Vietnam pada Sabtu kemarin. Tumpahan itu terletak di lautan antara Malaysia dan Vietnam.
Sumber

Negara Yang Tidak Pernah Merasakan Hujan

Written By radde on 08 Maret, 2014 | 07.48

Jika kamu mengunjungi Peru, kemungkinan kamu akan mendengar seseorang berkata, ”Hujan tidak pernah turun di Lima”—ibu kota negara itu. Sambil menggigil dalam udara yang dingin dan lembap, kamu mungkin bertanya-tanya apakah benar demikian.

Mungkin pernyataan ini terlampau berlebihan. Namun ada benarnya juga. Peru memang jadi negeri dengan iklim unik di dunia ini. Kamu mungkin harus menunggu 20 tahun untuk merasakan air hujan turun dari langit.



Wilayah Peru terletak di gurun yang sangat luas di sepanjang Pesisir Pasifik Amerika Selatan. Tanah yang gersang ini membentang dari Gurun Sechura yang terletak jauh di sebelah utara Peru hingga Gurun Atacama di sebelah utara Cile.

Meskipun bertanah gersang, nyatanya pohon-pohon hijau tetap tumbuh subur di atasnya. Suhunya pun saat musim dingin bisa mencapai 14 atau 15 derajat Celcius.

Lantas bagaimana gurun di Peru terbentuk? Gurun pesisir ini terletak di antara Pegunungan Andes yang bergerigi dan Samudra Pasifik yang biru. Dari kejauhan, tampaknya tidak ada sesuatu pun di sepanjang pesisir kecuali bukit-bukit batu dan pasir yang tandus serta tidak rata dalam berbagai gradasi warna cokelat tua dan muda. Akibat erosi, banyak lereng bukit telah tertutupi batu-batu cokelat yang berjatuhan. Lambat laun, batu-batu ini menuruni lereng menuju laut, kadang-kadang didorong dengan lembut oleh gempa bumi yang sering terjadi di sini.

Sewaktu batu-batu itu mencapai pantai, deburan ombak di Pasifik sedikit demi sedikit menggilingnya menjadi pasir, yang oleh angin dibentuk menjadi bukit-bukit pasir berbentuk bulan sabit. Di beberapa bagian gurun yang sangat luas ini, tercatat tidak pernah turun hujan selama 20 tahun, menjadikannya salah satu tempat terkering di bumi.


Pertanyaan kedua, mengapa tak pernah turun hujan dan
menjadikan tempat ini begitu kering? jawabannya berhubungan dengan angin
pasat, yang berembus dari timur ke barat. Seraya angin tersebut bertemu
dengan lereng Pegunungan Andes yang menjulang dan bergerigi bagaikan
gergaji, ia dipaksa naik ke atas. Seraya bergerak naik melewati Andes,
anginnya mendingin, sehingga menyebabkan kelembapan yang dibawanya
berkondensasi dan turun sebagai hujan serta salju, sebagian besar di
lereng pegunungan bagian timur. Jadi, pegunungan itu menciptakan daerah
bayangan tak berhujan di atas lereng bagian barat.

Selain itu,
baik Arus Peru, atau Arus Humboldt, yang dingin yang berembus ke arah
utara Antartika maupun angin yang berembus dari Pasifik Selatan tidak
mengandung banyak kelembapan. Semua faktor ini menghasilkan gurun yang
sangat kering, walaupun tidak panas.

Pertanyaan ketiga, walau kering tapi mengapa sekaligus punya kelemabapan tinggi?

Pada
musim dingin, selimut awan menggantung rendah di atas pesisir, dan
kabut yang tebal, yang disebut oleh orang Peru sebagai garúa, datang
bergulung-gulung dari Samudra Pasifik. Selama musim ini, bulan demi
bulan bisa jadi berlalu tanpa sinar matahari sedikit pun, menyebabkan
wilayah itu beriklim sangat dingin—suram, kata beberapa orang.

Meskipun
wilayah tersebut terletak di daerah Tropis, suhu rata-rata musim dingin
di Lima berkisar antara 16 dan 18 derajat Celsius. Pada musim dingin,
kelembapan relatif dapat mencapai 95 persen tanpa hujan, dan penduduk
Lima, disebut Limeños, yang beradaptasi dengan baik terhadap kondisi
tersebut, membungkus tubuh mereka guna melawan hawa dingin yang lembap
dan menusuk.


Kabut tipis musim dingin cukup untuk membasahi jalan-jalan di Lima dan
juga untuk mengembalikan kehidupan tumbuhan gurun yang mati di
bukit-bukit pesisir yang tinggi. Padang rumput hijau yang dihasilkannya
dimanfaatkan oleh kawanan besar kambing, domba, dan ternak. Selain itu,
sejak awal tahun 1990-an, beberapa desa di gurun telah menggunakan
pengumpul kabut—jaring polipropilena besar, tempat kabut berkondensasi
—guna menghasilkan air, dari awan yang menggantung rendah serta
bermuatan kabut, untuk diminum dan mengairi kebun.

Namun,
kelembapan yang berasal dari kabut dan awan tidaklah memadai bagi
tumbuhan liar untuk tumbuh subur sepanjang tahun. Total curah hujan di
Lima jarang melebihi 50 milimeter per tahun dan sebagian besar berasal
dari kondensasi garúa. Oleh karena itu, satu-satunya tumbuhan hijau yang
bertahan hidup di gurun pesisir tersebut adalah yang diairi oleh
sungai-sungai kecil yang mengalirkan air pembawa kehidupan dari tempat
tinggi di Andes yang berselimutkan salju. Dipandang dari angkasa, lembah
sungai kecil itu tampak seperti pita hijau yang terentang di seantero
gurun tersebut.



Bagaimana cara bertahan hidup di sini?  Kebudayaan daerah pesisir kuno Peru—misalnya suku Chimu dan Mochica (atau Moche)—membangun sistem irigasi yang canggih. Seperti orang Mesir kuno, proyek pertanian yang ekstensif ini menopang peradaban yang sangat terorganisasi. Orang Peru kuno membangun kota-kota yang lebih maju, termasuk kuil-kuil piramida, tembok-tembok besar, dan waduk-waduk, dengan menggunakan batu bata. 

Karena langkanya hujan, puing-puing ini terpelihara dengan baik, sehingga memberikan gambaran yang akurat bagi para arkeolog tentang kehidupan pada zaman pra-Columbus di Peru. Dewasa ini, banyak permukiman daerah pesisir masih bergantung pada terowongan air dan kanal yang telah dipugar, yang pertama kali dibangun ribuan tahun yang lalu.



Sebagaimana yang dipelajari oleh penduduk primitif gurun tersebut, tanah gurun sangat subur jika ada airnya. Berbagai proyek irigasi daerah pesisir Peru modern menyediakan air yang dibutuhkan untuk menanam beragam tanaman pangan, termasuk kapas, padi, jagung, tebu, anggur, zaitun, dan asparagus juga sayur-sayuran serta buah-buahan lainnya. Kini, lebih dari separuh populasi Peru sebanyak kira-kira 27 juta orang tinggal di sepanjang pesisir pantai yang sempit.


Sewaktu Hujan Akhirnya Turun

Namun, adakalanya hujan turun di beberapa bagian gurun tersebut, termasuk Lima. Setiap beberapa tahun, Arus Peru yang dingin menghasilkan air yang lebih hangat yang mengalir dari Pasifik sebelah barat. Fenomena ini, yang dikenal sebagai El Niño, menandai hujan yang segera turun. Beberapa El Niño yang luar biasa hebat melanda pada tahun 1925, 1983, dan 1997/98. Tidak mengherankan bila penduduk gurun, yang sudah terbiasa dengan keadaan hampir tidak ada hujan, tidak cukup siap untuk menghadapi curahan hujan yang deras beserta banjir yang menyusul.

Salah satu banjir semacam itu melanda Ica, Peru, pada tahun 1998. Sungai Ica merendam sebagian besar kota tersebut, dan rumah-rumah yang terbuat dari batu bata dan lumpur pun lenyap. Bagian-bagian lain dari gurun tersebut mendapat keuntungan, menyerap kelembapannya sehingga menjadi padang rumput yang sangat subur. El Niño terakhir mengubah sebagian besar Gurun Sechura menjadi taman hijau yang ditebari bunga-bunga nan indah.

Sumber:
wol.jw

Siapa yang Menang ? Phyton Vs Buaya

Sebuah peristiwa unik terjadi di di utara Queensland, Australia. Seorang penduduk lokal bernama Tiffany Corlis berhasil merekam pertarungan sengit dan panjang antara dua ekor predator mematikan di Australia, yakni seekor buaya air asin berukuran besar dengan seekor ular phyton.


"Sunggu pertarungan yang luar biasa," kata Tiffany seperti dimuat BBC. "Kami melihat ular bertarung melawan buaya, meliitkan tubuhnya erat-erat, lalu melilit kaki buaya itu," tambahnya.

Kedua hewan ini terus bergulat dan bertarung selama hampir 5 jam demi mempertahankan hidupnya hingga akhirnya salah satunya mati. Pemenangnya adalah si ular phyton.

"Setelah buaya mati, ular itu melonggarkan lilitannya, memposisikan kepalanya di depan buaya, lalu memakannya bulat-bulat. Bagian kepala yang pertama." Dia menambahkan, butuh waktu 15 menit bagi ular untuk memakan buaya itu, Utuh.

















Alyce Rosenthal, saksi mata lainnya, menceritakan bahwa kedua hewan buas itu bertarung selama sekitar 5 jam. Setelah selesai, keduanya nampak kelelahan. Si buaya akhirnya mati. "Itu peristiwa yang tidak kita lihat tiap hari," kata dia. 

Negara bagian Queensland memang merupakan habitat bagi beberapa ular paling berbahaya di dunia, serta buaya air asin yang tak kalah ganasnya.

Sumber:
kompas
bbc

Sains

More on this category »

Pemilu 2014

More on this category »
 
Contact Us : Disclaimer | Advertise With Us
Copyright © 2013 Jendela Dunia - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger