Wabah Baru Di Negeri Tercinta - Jendela Dunia
Headlines News :
Home » » Wabah Baru Di Negeri Tercinta

Wabah Baru Di Negeri Tercinta

Written By radde on 19 Juni, 2011 | 09.05

Said Zainal Abidin

Setiap waktu tertentu di negeri
yang 'tidak bersih' selalu ada
wabah penyakit menular.
Pemerintah biasanya sibuk
memikirkan, bagaimana
mengatasinya? Sebagai penyakit menular yang
menjangkit banyak orang
dan meliputi wilayah yang
luas, penyembuhannya tentu
saja tidak mudah.
Memerlukan waktu dan kesabaran untuk menjaga
konsistensi dalam berusaha.

Kalau penularan penyakit
menular yang biasa terjadi
melalui hubungan antar
manusia, secara langsung
atau tidak langsung, tetapi
penyakit menular baru ini beda dengan yang sudah-
sudah. Penularannya bukan
melalui udara, bukan pula
melalui sentuhan fisik.
Tetapi menular melalui
hasrat untuk kaya seketika, ada peluang, kurang beriman
atau karena perintah
atasan.

Virusnya juga bukan sejenis
makhluk hidup seperti yang
biasa. Virus penyakit ini
berupa 'uang'. Yakni uang
rakyat yang salah masuk.
Bukan ke kantong rakyat yang terlalu sempit, bukan
pula ke kas negara, tetapi
ke kantong orang-orang
tertentu melalui bermacam
cara. Lalu berubah bentuk
menjadi sejenis penyakit.

Sebagaimana setiap
penyakit ada gejalanya,
wabah baru ini pun
mempunyai gejala-gejala
sendiri. Ada lima gejala pokok
yang mudah dideteksi. Pertama, ada isu dalam
masyarakat atau karena
terdeteksi bahwa
seseorang tersangkut TPK
(tindak pidana korupsi). Ciri
kedua, kalau pasien penyakit lain lari ke dokter terdekat
untuk konsultasi, pasien
penyakit baru ini tidak lari
kedokter. Tetapi lari ke
Singapura.

Ketiga, kalau pasien lain
mengkarantinakan diri untuk
mencegah penularan kepada
orang lain, demi perlindungan
terhadap masyarakat,
pasien wabah baru ini juga suka mengkarantinakan diri,
tapi bukan untuk melindungi
orang lain, melainkan untuk
melindungi dirinya sendiri.
Keempat, kalau pasien lain
biasanya sembuh setelah berobat, pasien wabah baru
ini langsung meningkat
penyakitnya ke gejala lain,
yakni lupa ingatan berat.
"Lupa pulang," kata Mas
Pramono Anung.

Kelima, berikut sesudah itu,
muncul gejala baru yang
hampir serupa untuk semua
pasien dari wabah penyakit
itu, yakni tampil pembela.
Baik itu berupa pengacara, sang keluarga, kroni
separtai dan sebagainya.
Kalau pasiennya dirasakan
belum siap bersembunyi,
sang pembela memberi
jamian kepada masyarakat. Mereka berjanji, setiap saat
bila diperlukan siap hadir,
kapan saja, di mana saja.
Tapi kalau dirasakan
persembunyiannya sudah
oke, diplomasinya berubah, "kami tidak bertanggung
jawab. Silakan cari sendiri.
Itu bukan urusan kami!".
Persis seperti anak kecil
main petak umpet.

Rakyat Indonesia yang
sudah merdeka selama 65
tahun menyaksikan perilaku
pasien wabah baru itu dan
pembelanya dengan sikap
penuh tanda tanya. Bukan tanda tanya karena tidak
mengerti, tetapi tanda
tanya karena heran. Rakyat
berlaku persis seperti
penonton topeng monyet di
pinggir jalan. Monyet menyangka penonton tidak
tahu, padahal yang
menonton lebih pintar dari
yang berlakon. Jangan
disangka rakyat itu diam
karena bodoh.

Kalau mau tahu bagaimana
sikap rakyat kecil terhadap
lakon koruptor dan konco-
konconya itu, datanglah
pagi-pagi ke masjid-masjid
terdekat yang jamaah umumnya terdiri dari rakyat
miskin, seperti masjid-masjid
di sekitar Komplek
Perumahan LAN,
Pejompongan, Jakarta.
Hampir setiap habis salat mereka berdoa "Ya Allah
selamatkanlah kami,
selamatkanlah keluarga
kami, selamatkanlah negeri
ini dari bencana kekufuran,
korupsi dan segala macam kemunafikan! Hancurkanlah
segala kemungkaran dan
mereka yang berbuat
mungkar. Amin, Ya rabbal
alamin!".

Saya yakin, Tuhan
mendengan doa mereka, dan
sesuai dengan janji-Nya
pasti akan mengabulkannya.

*) Said Zainal Abidin adalah ahli manajemen
pembangunan daerah
(regional development
management) dan kebijakan
publik, guru besar STIA
LAN. Sekarang sebagai penasihat KPK.
Sumber

Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung !
Silakan berkomentar dengan kata kata yang baik dan jangan spam

 
Contact Us : Disclaimer | Advertise With Us
Copyright © 2013 Jendela Dunia - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger