Jendela Dunia
Headlines News :
ads here

Latest Post

Harga Nexus 8 Rp 3 Jutaan?

Written By Ramadi Raurel on 23 April, 2014 | 13.56


Tablet Nexus terbaru siap dipamerkan di konferensi developer Google I/O. Menariknya, tablet bernama Nexus 8 tersebut bakal digarap oleh HTC dan bukan Asus.

Sebelumnya, beberapa seri tablet Nexus memang dirakit oleh Asus seperti Nexus 7 dan Nexus 10. Tidak dijelaskan mengapa pada akhirnya Google memilih mendepak Asus.

HTC memang selama ini dikenal sebagai produsen smartphone. Namun ada satu tablet yang pernah dirilis oleh vendor asal Taiwan itu, yakni Flyer namun sayang kurang mendapatkan respons yang bagus.

Soal spesifikasi belum ada informasi yang detil, tapi yang jelas Nexus 8 akan hadir dengan ukuran 8 inch. Melengkapi ukuran 7 inch dan 10 inch yang terlebih dahulu hadir.

HTC Nexus 8 seperti tablet Google lainnya, akan dibanderol dengan harga yang terjangkau. Kabarnya mungkin tidak lebih dari USD 299 atau sekitar Rp 3,1 jutaan.
Sumber

Desainer Roland Mouret Buat Koleksi Harga Terjangkau dengan Banana Republic

Written By Ramadi Raurel on 16 April, 2014 | 11.13


Roland Mouret, desainer favorit selebriti dengan karya seharga puluhan juta rupiah ini membuat koleksi dengan harga yang lebih terjangkau bersama retailer asal Amerika, Banana Republic. Roland Mouret membawa sentuhan mode high-end untuk fast fashion ke dalam 25 set koleksi, yang kini dijual mulai US$ 165 atau Rp 1,8 jutaan.

Karya Roland Mouret dicintai selebriti Hollywood seperti Blake Lively, Kate Middleton, Kim Kardashian dan Halle Berry, desainer 52 tahun ini memang dikenal atas karya gaun-gaunnya yang feminin dan memamerkan siluet tubuh wanita. Namun untuk Banana Republic, desainer Prancis itu membuat koleksi yang lebih bervariasi. Di antaranya atasan, celana, sweater, dan juga rok.

Seperti yang dikutip dari berbagai sumber, koleksi eksklusif ini akan tetap mengetengahkan ciri khasnya dengan siluet jam pasir yang seksi. Koleksinya dibuat dari material katun khusus yang stretch, sehingga nyaman dan dapat membentuk siluet tubuh wanita dengan sempurna.

"Koleksi ini bukan replika dari karyaku dengan versi lebih murah. Melainkan memberi pengalaman yang sama untuk dress pas badan kepada pelanggan di Banana Republic," ujar si desainer.

Koleksi kapsul ini akan dipenuhi dengan warna hitam, dan sedikit sentuhan warna lain yang lebih cerah, seperti putih, biru muda dan pink untuk menciptakan color blocking yang cantik. Di beberapa koleksi juga menampilkan printing leopard untuk memberi kesan independen namun sedikit wild.

Nampaknya makin banyak saja inovasi desainer dunia yang bergabung dengan brand high-street. Koleksi Roland Mouret dan Banana Republic ini sepertinya akan sama besar dan ditunggu-tunggu seperti kolaborasi H&M terbaru dengan Alexander Wang, atau karya Kanye West untuk Adidas.

Belanja pakaian dan Sepatu hanya Di ZALORA

Fenomena 'Jokowi Yes PDIP No' Tak Sekadar Isapan Jempol

Written By Ramadi Raurel on 09 April, 2014 | 20.11


Menjelang Pileg 2014 muncul fenomena 'Jokowi Yes PDIP No'. Fenomena yang menggambarkan pendukung Jokowi belum tentu memilih PDIP ini sempat dibantah elite PDIP, bahkan oleh Jokowi sendiri. Namun faktanya, suara PDIP tak terlalu terdongkrak.

Jika dibandingkan elektabilitas Jokowi di survei yang mencapai 40%, perolehan suara PDIP di tren quick count pada Rabu (9/4/2014) yang berkisar di antara 19% saja sangatlah terpaut jauh. Ini cukup menggambarkan bahwa fenomena yang jadi momok bagi PDIP itu benar adanya.

Sebenarnya munculnya fenomena ini terpantau di kalangan masyarakat yang berhasil ditangkap peneliti.

"Betul, ada fenomena 'Jokowi Yes PDIP No'. Jokowi kan bukan hanya dilihat sebagai kader PDIP semata, karena elektabilitasnya yang tinggi dia menggarap semua kalangan termasuk swing voters dan pemilih partai lain. Itu yang membuat elektabilitas Jokowi bisa di atas 30% sementara PDIP sekitar 20%," kata Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya,

Fenomena ini muncul, menurut Lembaga survei Pusat Data Bersatu (PDB), karena pemilih Jokowi kebanyakan adalah para pemilih mengambang atau swing voters. Hal tersebut disampaikan peneliti PDB, Agus Herta Sumarto, Rabu (2/4) lalu.

Kalangan PDIP merespons keras munculnya fenomena ini. Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo bahkan menuding fenomena ini dihembuskan oleh intelijen. Saat isu ini menyeruak, satu demi satu elite PDIP merespons keras. Siapa nyana, kini terbukti Jokowi effect yang diharapkan mampu mendongkrak suara PDIP malah melempem.

Lalu bagaimana nasib pencapresan Jokowi? Siapa saja yang bakal dirangkul jadi koalisi PDIP?
Sumber

Partai Demokrat Terjun Bebas


Dibandingkan pemilihan umum 2009 lalu, pada pemilu tahun ini perolehan suara Partai Demokrat menurun tajam. Pada pemilu 2009 lalu partai berlambang segitiga biru ini mendulang suara hingga 20,85 persen.

Sementara pada pemilu 2014 ini berdasar hitung cepat antara Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan Cyrus Network (CN) hingga pukul 17.00 WIB perolehan suara Partai Demokrat hanya menyentuh 9,40 persen. Bahkan perolehan suara Partai Demokrat kini kalah dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

PKB pada hitung cepat antara Cyrus dengan CSIS tercatat mendapat perolehan suara hingga 9,60 persen. Padahal pada pemilu 2009 lalu PKB hanya mencapai 4,94 persen.

Berikut ini perbandingan 5 besar perolehan suara partai pada pemilu 2009 dan 2014.


1. Partai Demokasi Indonesia Perjuangan
Pemilu 2009 : 14,03 persen
Pemilu 2014 : 18,80 persen
2. Partai Golongan Karya
Pemilu 2009 : 14,03 persen
Pemilu 2014 : 14,50 persen
3. Partai Gerakan Indonesia Raya
Pemilu 2009 : 4,46 persen
Pemilu 2014 : 11,90 persen
4. Parta Kebangkitan Bangsa
Pemilu 2009 : 4,94 persen
Pemilu 2014 : 9, 60 persen
5. Partai Demokrat
Pemilu 2009 : 20,85 persen
Pemilu 2014 : 9,40 persen
Sumber

Kenapa Jokowi Effect Nggak Ngefek?


Pencapresan Gubernur DKI Jokowi tak mendongkrak suara PDIP secara signifikan. Apa yang salah?

"Sebenarnya, ada kenaikan biar bagaimanapun setelah deklarasi. Karena deklarasi jauh-jauh hari harusnya dilakukan untuk mengeksploitasi nama Jokowi. Tapi yang kita lihat setelah 14 Maret iklan masih diwarnai sosok Puan dan bukan sosok yang dijadikan elektoral," kata pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya kepada

Selain itu kampanye yang dilakukan PDIP juga terbelah menjadi dua. Yakni kampanye yang dilakukan Jokowi dan Indonesia Hebat yang digaungkan Puan Maharani.

"Yang akhirnya muncul adalah gerakan setengah hati mencapreskan Jokowi, ini yang menyebabkan kenaikan elektoralnya tidak signifikan. Jadi Jokowi effect ini malah mengalami kendala di internalnya sendiri, dibatasi dalam kalangan internalnya sendiri, itu problem," kata Yunarto.

Tren quick count yang dilakukan oleh Cyrus Network dan CSIS menunjukkan perolehan suara PDIP di kisaran 18-19 %. Angka ini jauh di bawah target Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri meraih 30% suara. Dengan raihan pada kisaran itu PDIP belum bisa mengajukan capres sendiri, harus ada jalinan koalisi untuk mengusung pencapresan Jokowi.

Berikut hasil quick count sementara Cyrus Network-CSIS sesuai nomor urut partai:

1. NasDem: 6,5%
2. PKB: 9,8%
3. PKS: 6,6%
4. PDIP: 18,7%
5. Golkar: 14,6%
6. Gerindra: 11,9%
7. PD: 9,1%
8. PAN: 7,8%
9. PPP: 6,8%
10. Hanura: 5,5%
14. PBB: 1,6%
15. PKPI: 1,1%
Data Masuk: 57,6%
Sumber

Ke Mana Perginya Suara Partai Demokrat?


Pada pemilihan umum 2009 lalu perolehan suara lalu Partai Demokrat mencapai 20,85 persen. Partai berlambang segitiga biru itu pun sukses menghantarkan sang deklaratornya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke kursi presiden.

Namun pada pemilihan umum 2014 ini perolehan suara Partai Demokrat turun drastis, yakni hanya 9,40 persen. Artinya ada selisih hampir 11 persen suara. Lalu ke mana suara Demokrat pada 2009 lalu beralih?

Melihat hasil hitung cepat sementara oleh CSIS dan Cyrus Network hingga pukul 17.00 WIB sore ini hampir semua partai mengalami kenaikan perolehan suara pada pemilu tahun ini. Partai Kebangkitan Bangsa misalnya, pada pemilu 2009 lalu hanya memperoleh 4,94 persen. Sementara tahun ini PKB mendulang suara hingga 9,60 persen.

Partai Gerakan Indonesia Raya yang pada pemilu 2009 lalu hanya memperoleh 4, 46 persen, tahun ini berhasil meraup 11, 90 persen, atau naik sekitar 7 persen. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang 2009 lalu mendapat suara 14,03 persen, tahun ini mencapai sekitar 19 persen.

Berikut ini perbandingan 5 besar perolehan suara partai pada pemilu 2009 dan 2014.


1. Partai Demokasi Indonesia Perjuangan
Pemilu 2009 : 14,03 persen
Pemilu 2014 : 18,80 persen
2. Partai Golongan Karya
Pemilu 2009 : 14,03 persen
Pemilu 2014 : 14,50 persen
3. Partai Gerakan Indonesia Raya
Pemilu 2009 : 4,46 persen
Pemilu 2014 : 11,90 persen
4. Parta Kebangkitan Bangsa
Pemilu 2009 : 4,94 persen
Pemilu 2014 : 9, 60 persen
5. Partai Demokrat
Pemilu 2009 : 20,85 persen
Pemilu 2014 : 9,40 persen
Sumber

6 Hal Yang Akan Membuat Pernikahan Tetap Harmonis


Mempertahankan hubungan dalam pernikahan adalah hal yang tidak mudah. Berbagai cara dilakukan agar pernikahan yang dijalani tetap berjalan harmonis dan bahagia. Seperti dikutip dari ABC, Fawn Weaver penulis dari buku laris 'Happy Wives Club' telah mengindentifikasi enam kebiasaan yang dapat mempertahankan pernikahan agar tetap harmonis dan bahagia. Berikut enam kebiasaan tersebut.

1. Kegiatan Spiritual
Tanpa disadari melakukan kegiatan seperti beribadah bersama dapat menjadi salah satu kebiasaan untuk pernikahan yang bahagia. Weaver mengatakan kebanyakan pasangan tidak memiliki kesepakatan tentang siapa atau apa yang dipercaya. Journal of Family Psychology 2001 telah melakukan penelitian dari 120 pasangan bahwa dengan merayakan hari raya keagamaan bersama-sama dapat membangun keyakinan pasangan satu sama lain, selain itu dapat membuat ikatan keluarga dan pernikahan menjadi lebih harmonis.

2. Minum dan Makan Bersama
Minum kopi bersama di pagi hari atau minum teh setiap malam sebelum makan, dapat menjadi salah satu kebiasaan untuk meningkatkan romantisme dalam pernikahan. Beberapa survei membuktikan, banyak pasangan melakukan dan mempertahankan kebiasaan ini selama beberapa dekade dan terbukti pernikahan mereka harmonis. Weaver juga menambahkan ini adalah sebuah kebiasaan khusus yang dilakukan berdua setiap harinya.

3. Saling Menghormati
Weaver mengatakan hal yang paling utama untuk mempertahankan kebahagiaan dalam pernikahan adalah kebiasaan saling menghormati. Karena dengan kebiasaan saling menghormati, Anda berarti sangat menghargai pasangan. Sayangnya, tidak sedikit pasangan yang akhirnya pisah ranjang karena kurangnya rasa saling menghormati.

4. Hindari Melontarkan Kata Cerai Saat Bertengkar
Kebiasaan untuk tidak mudah berkata cerai pada saat menyelesaikan masalah merupakan salah satu cara meningkatkan keharmonisan rumah tangga. Hal ini juga mengatur kesabaran Anda. Cobalah untuk selalu bersikap bijaksana dalam menyelesaikan setiap masalah yang ada. Weaver menyarankan hindari membuat plan B untuk bercerai ketika sedang bertengkar.

5. Tidak Melibatkan Orangtua
Banyak orangtua merasa kehilangan setelah anaknya menikah dan memiliki keluarga yang baru. Weaver mengatakan pada saat anaknya pergi, orang tua seperti menerima risiko ditinggalkan layaknya sarang burung yang kosong. Selain itu Weaver juga mengibaratkan orangtua seperti rekening bank yang bangkrut dan ditinggalkan pemiliknya. Mungkin sebagian dari Anda merasa iba dengan kondisi tersebut sehingga sulit menghilangkan kebiasaan hidup bersama orang tua. Coba hilangkan kebiasaan Anda untuk tergantung pada kedua orangtua karena kebiasaan ini sering menimbulkan masalah dalam hubungan pernikahan. Jika sedang bertengkar, selesaikan baik-baik dengan pasangan dan hindari langsung mengadu kepada orangtua.

6. Jaga Komunikasi
Salah satu yang dapat mempertahankan hubungan yakni menjaga komunikasi. Kebiasaan mempertahankan dan menjaga hubungan, secara tidak langsung juga mempengaruhi kehidupan seks. Menurut beberapa survei yang dilakukan Weaver, topik seks hanya datang sesekali selama ia melakukan wawancara dengan beberapa pasangan di dunia. Oleh karena itu, banyak pasangan menempatkan topik menjaga komunikasi yang baik agar pernikahan tetap harmonis.
Sumber

Sains

More on this category »

Pemilu 2014

More on this category »

Gubernur Jakarta

More on this category »

Unik

More on this category »

Tips

More on this category »

Foto

More on this category »

Asmara

More on this category »

Video

More on this category »

Agam Islam

More on this category »
 
Contact Us : Disclaimer | Advertise With Us
Copyright © 2013 Jendela Dunia - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger