Jendela Dunia
Headlines News :

Latest Post

12 Jasad Korban Kapal Tenggelam di Kapuas Berhasil Diidentifikasi

Written By Ramadi Raurel on 31 Juli, 2014 | 07.05

15 jenazah korban tenggelamnya kapal feri penyeberangan 'Berkah Bersaudara' rute Panamas-Kapuas, di Sungai Kapuas, Kalimantan Tengah, berhasil ditemukan. Masih ada 3 korban lagi yang belum ditemukan oleh petugas.

Informasi dari Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Kamis (30/7/2014), 12 korban tewas telah berhasil diidentifikasi. Berikut identitas para korban:

1. Anita/P/20 thn
2. Ny. Lia/P/25 thn
3. Muslim/L/7 thn
4. Angga/L/9 thn
5. Zainal H./L/38 thn
6. Supiyani/P/23 thn
7. Anas Ima E./P/6 thn
8. Ny. Hj. Rukayah/P/45 thn
9. Samsuni/L/35 thn
10. Ny. Rosmah Yulidah/P/44 thn
11. Ny. Yuliyani/P/20 thn
12. Muhritah/P/15 thn


3 jenazah masih dalam proses identifikasi di rumah sakit. Korban selamat keseluruhan 52 orang. Perkiraan total ada 70 orang penumpang feri. Saat ini 5 orang masih dirawat di rumah sakit Kapuas.

19 sepeda motor telah berhasil dievakuasi. Tidak adanya manifes yang baik menyebabkan jumlah sepeda motor yang tenggelam berkisar antara 20 hingga 40 unit.

Sumber

Korban Tewas Feri Tenggelam di Sungai Kapuas Kalteng Jadi 15 Orang

Korban tewas feri tenggelam di perairan Sungai Kapuas, Kalimantan Tengah, terus bertambah. Lima belas orang ditemukan tidak bernyawa, 12 diantaranya telah teridentifikasi. Sementara 3 orang masih dicari tim SAR gabungan.

Tiga jenazah terbaru yang ditemukan dan dievakuasi tim SAR, Rabu (30/7/2014), sekitar pukul 16.15 WIB dan pukul 16.35 WIB tadi, kini tengah dalam proses identifikasi di rumah sakit terdekat. Total 15 orang meninggal akibat peristiwa tersebut.

"Korban yang masih dicari ada 3 orang. Korban selamat keseluruhan 52 orang. Jadi total ada 70 orang penumpang feri," kata Kasie Operasional Basarnas Kantor SAR Banjarmasin, Wasino, saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (30/7/2014).

Wasino menjelaskan, meski data tersebut masih bersifat sementara, diharapkan keluarga korban yang melapor anggota keluarganya menjadi penumpang feri tersebut ke Posko SAR tidak terus bertambah. Meski begitu, sambung Wasino, tim SAR akan terus melakukan pencarian dengan kekuatan penuh.

"Tim pencarian yang diterjunkan ke lokasi kekuatan penuh. Sejak pagi tadi pukul 06.00 WIB, tim SAR gabungan bekerja keras mencari korban dengan menyusuri Sungai Kapuas searah arus sungai," ujar Wasino.

"Selain menyusuri sungai, masyarakat juga sangat membantu tugas SAR. Mereka adalah penyelam tradisional yang membantu untuk melakukan penyelaman ke bawah permukaan sungai," tambahnya.

Selain korban penumpang, 19 dari 20 unit motor yang tenggelam, juga berhasil dievakuasi ke darat sedari pagi tadi. Wasino menjelaskan, sepanjang hari ini, tim SAR tidak menemukan kendala berarti dalam pencarian korban dan proses evakuasi bangkai kendaraan.

"Tidak menyulitkan, arus Sungai Kapuas normal saja, tidak terlalu deras," tutup Wasino.

Feri penyeberangan 'Berkah Bersaudara' rute Panamas-Kapuas, tenggelam di Sungai Kapuas, Kalimantan Tengah, Selasa (29/7/2014) pagi kemarin sekitar pukul 09.15 WIB. Diduga kuat, feri tersebut melebihi kapasitas karena manifest tercatat 60 orang penumpang. Beberapa jam usai kejadian, 10 orang ditemukan meninggal. Selain mengangkut penumpang, feri nahas itu juga mengangkut 20 unit motor. Tim SAR gabungan dengan back up penuh TNI dan Polri, melakukan pencarian dibantu masyarakat setempat.

Sumber

Pencarian Korban Feri Tenggelam di Sungai Kapuas Kembali Dilanjutkan

Petugas kembali melanjutkan pencarian korban tenggelamnya kapal feri penyeberangan 'Berkah Bersaudara' rute Panamas-Kapuas, di Sungai Kapuas, Kalimantan Tengah. Tim SAR gabungan mencari korban di lokasi TKP dan menyusuri Sungai Kapuas searah arus sungai.

Informasi dari Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, kepada detikcom, Kamis (31/7/2014), tim petugas pencarian terdiri dari Basarnas, Polri, TNI, BPBD, PMI, SKPD, relawan dan masyarakat akan melanjutkan pencarian korban.

"Ada juga Bantuan dari masyarakat sebagai penyelam tradisional yang membantu untuk melakukan penyelaman ke bawah permukaan sungai," ucap Sutopo.

Penyebab tenggelamnya kapal diduga feri tersebut melebihi kelebihan muatan (overload). Dalam manifes tercatat 60 orang penumpang. Namun diperkirakan jumlah penumpang keseluruhan total sekitar 70 orang.

3 orang selaku Motoris, ABK dan pemilik kapal diamankan saat ini telah diamankan Polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sumber

Arus Balik di Jembatan Comal Macet Parah

Arus balik di Jembatan Comal, Pemalang, Jawa Tengah, mulai menunjukkan peningkatan. Kemacetan di jalur favorit mudik ini bahkan mengular hingga 5 Kilometer lebih.

"Sudah satu jam terjebak macet di sini," ujar Mita, salah seorang pembaca detikcom yang melintas di lokasi, Kamis (31/7/2014).

Kemacetan terjadi baik di jalur yang mengarah ke Jakarta mau pun yang mengarah ke Semarang. Kemacetan karena peningkatan volume kendaraan.

Rolly Mondorigin, yang mengabadikan momen kemacetan di Comal kepada pasangmata.com juga mengatakan hal yang sama.

"Macet Panjang di Comal, arus balik hindari Pantura," ujar Rolly.
Sumber

Ini Tanda-tanda Kekasih Berselingkuh di Social Media

Written By Ramadi Raurel on 24 Juli, 2014 | 05.39

Social media kini makin banyak saja jenisnya untuk mendekatkan yang jauh. Namun banyak juga yang memanfaatkan socmed untuk hal yang kurang baik, seperti berselingkuh. Lantas, apakah pasangan Anda juga salah satu yang berselingkuh? Kenali ciri-ciri pasangan mulai selingkuh di social media seperti yang dijelaskan oleh Psikolog Klinis Dewasa, Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi.

1. Sering Interaksi di Socmed
Salah satu tanda pasangan selingkuh adalah sering berinteraksi di social media. Bisa dengan saling message di Facebook atau sering komentar di Path untuk mencuri perhatian si pasangan selingkuhnya. Namun sebelum menuduh si dia, coba cari tahu dulu siapa orang yang sering bercakap-cakap dengan pasangan di media sosial itu. Mungkin saja hanya teman lamanya.

"Kalau kita lihat page Facebook-nya saja agak susah, tapi kita bisa lihat dari intensitas mereka berinteraksi sebenarnya, misalnya setiap ada status selalu dikomentarin, balas-balasan wall, mention-mention-an," ungkap Wulan kepada wolipop di Jakarta Selatan.

2. Punya Panggilan Tertentu
Orang yang sangat akrab satu sama lain biasanya memiliki panggilan tertentu yang membedakannya dari orang lain. Panggilan tersebut tidak harus 'cinta', 'sayang', dan sebagainya, tapi bisa juga sebutan 'aku-kamu' ataupun nama-nama yang lucu.

"Biasanya dia berinteraksi dengan temennya 'gua-elo', tapi sama particular orang ini kok tiba-tiba 'aku-kamu', apakah orang yang di sana memang biasa 'aku-kamu' apa biasanya 'gua-elo'," tutur psikolog lulusan Universitas Indonesia itu.

3. Tidak Mau Berbagi Password
Tidak mau berbagi password merupakan tanda ada yang dia sembunyikan. Namun sebaiknya tidak langsung menuduhnya selingkuh. Belum tentu dia mendua, tapi jelas ada yang dirahasiakan dari Anda. Jika dia tidak mau berbagi password coba tanyakan baik-baik apa alasannya. Lebih waspada dengan sikap pasangan dan akun sosial medianya.

"Kalau begitu kita wajar bila waspada, bukan mencurigai, karena kalau mencurigai artinya kita sudah punya persepsi bahwa dia selingkuh. Kalau waspada kan ada kemungkinan untuk melakukan kalibrasi (verifikasi-red)," tutur wanita yang merupakan salah satu penggagas dari situs pranikah itu.

Wulan menyarankan agar Anda lebih mengenal orang-orang di sekitar pasangan, terutama bila baru menjalin hubungan asmara. Hal ini akan mempermudah jalan untuk mengetahui alasan sebenarnya dia tidak mau berbagi password karena selingkuh atau memang ada hal yang belum siap diceritakan kepada Anda.

4. Dia Berubah
Kata hati seringkali menunjukkan kebenaran. Jika biasanya dia selalu menyapa Anda dengan panggilan 'sayang' di Twitter sekarang sudah tidak pernah. Mungkin itu ada kaitannya dengan orang lain. Hal ini bisa merupakan tanda dia selingkuh. Ada seseorang di social media yang tidak ingin dia sakiti perasaannya.

"Kita lihat semua dari pola, ada sesuatu dari pola itu yang berubah berarti ada sesuatu yang sedang terjadi," ujarnya kemudian.
Sumber

Jokowi Jadi Saksi Obor Rakyat, JK: Tidak Apa-apa untuk Klarifikasi

Pihak Mabes meminta Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadi saksi dalam kasus tabloid Obor Rakyat. Wapres Jusuf Kalla (JK) terpilih menilai hal itu tidak apa-apa bahkan untuk bahan klarifikasi bagi Jokowi.

"Tidak apa apa, untuk klarifikasi apa benar dia disebut keturunan Cina atau yang lainnya," ujar JK di kediamannya Jalan Brawijaya, Kebayoran Baru, Rabu (23/7/2014).

"Karena di situ yang paling banyak Pak Jokowi. Saya kan tidak ada," tambahnya.

Penyidik Tindak Pidana Umum (Dit Tipidum) Bareskrim Polri menjadwalkan pemanggilan Presiden Terpilih Joko Widodo (Jokowi), Kamis besok. Jokowi mengatakan dirinya bersedia hadir jika surat pemanggilan tersebut sudah diterimanya.

"Suratnya belum saya terima, belum ada di saya. Kalau sudah ada ya datang. Tapi sampai saat ini belum ada," kata Jokowi.

Jokowi sendiri menegaskan, kasus tabloid Obor Rakyat yang dilaporkan ke polisi karena dinilai menyebarkan fitnah tentang dirinya. "Itu harus selesai. Harus," katanya.

Penyidik Tindak Pidana Umum (Dit Tipidum) Bareskrim Polri masih menyelidiki dugaan fitnah yang dilakukan Setyardi Budiyono dan Darmawan Sepriyossa melalui koran kuning Obor Rakyat. Guna melengkapi berkas, penyidik menjadwalkan pemanggilan Presiden Terpilih Joko Widodo, Kamis besok.

"Kirim surat panggilan Pak Jokowi melalui kuasa hukumnya pada hari Selasa tanggal 22 Juli 2014 untuk diperiksa hari kamis tanggal 24 Juli 2014," kata Kadiv Humas Polri Irjen Ronny F Sompie, melalui pesan singkat, Rabu (23/7/2014).
Sumber

Korban Tewas Kecelakaan Pesawat TransAsia di Taiwan 47 Orang

Korban tewas Pesawat TransAsia yang mengalami kecelakaan di Taiwan karena topan Matmo menjadi 47 orang. Pesawat nahas itu mengalami kecelakaan dan jatuh menimpa bangunan di Pulau Penghu, Kota Matgo.

Dilansir dari AFP, Kamis (24/7/2014), pesawat nahas itu sedang membawa penumpang berjumlah 54 orang. Otoritas badan cuaca setempat memberi tahu kalau cuaca tidak bersahabat dan meminta pesawat untuk tidak terbang.

Permintaan itu dituruti dan TransAsia segera untuk melakukan pendaratan darurat. Tetapi pendaratan darurat itu gagal dan pesawat jatuh menabrak sebuah bangunan.

Topan Matmo sendiri memang sedang menerjang kawasan Cina. Kecepatan Topat Matmo mencapi 85 Mph. Beberapa pohon-pohon tumbang dan menyebabkan tanah longsong di kawasan Cina daerah Fujian.

Sampai saat ini Pejabat setempat atau pun maskapai belum memberikan informasi lengkap mengenai data penumpang. Evakuasi masih terus dilakukan.
Sumber

Sains

More on this category »

Pemilu 2014

More on this category »

Gubernur Jakarta

More on this category »

Unik

More on this category »

Tips

More on this category »

Foto

More on this category »

Asmara

More on this category »

Video

More on this category »

Agam Islam

More on this category »
 
Contact Us : Disclaimer | Advertise With Us
Copyright © 2013 Jendela Dunia - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger