7 Cara Bunuh Diri Terpopuler Di Indonesia - Jendela Dunia
Headlines News :
Home » » 7 Cara Bunuh Diri Terpopuler Di Indonesia

7 Cara Bunuh Diri Terpopuler Di Indonesia

Written By Ramadi Raurel on 01 Mei, 2011 | 16.26

Agak aneh
sebenarnya kenapa saya menulis
mengenai cara bunuh diri. Bukan
berarti karena saya mau bunuh diri.
tapi mengingat banyak orang bunuh diri, siapa tahu ada orang yang nyari
cara bunuh diri di google dan nyasar
ke blog saya ini. kan jadi nambahin
traffic, hehe. Langsung saja, yah ini
dia 7 cara bunuh diri terpopuler di Indonesia

1. Bunuh diri dengan minum racun
serangga(dalam hal ini yang paling
populer tentu merek Baygon cair) Entah apa yang membuat baygon ini
dipilih oleh para bunuh diri lovers.
Padahal di sana jelas-jelas tertulis
obat serangga, tapi masih diminum
juga. Tapi kita tidak boleh berburuk
sangka. Siapa tahu mereka adalah orang orang yang kekurangan air
bersih atau karena mereka tidak
mampu menebus obat di Rumah
Sakit yang mahal untuk penyakitnya
yang tidak kunjung sembuh. Atau
bisa jadi mereka tidak bisa membedakan tulisan antara Baygon
dengan Mizone yang warnanya
hampir mirip.Sebab kabarnya, angka
buta huruf di Indonesia masih cukup
tinggi. Hanya mereka dan Tuhan
yang tahu.

2. Lompat dari ketinggian (bisa dari
lantai 13, puncak gedung, thower,
atau tebing-tebing tinggi) Lagi-lagi saya kurang tahu, apa
alasan mereka memilih tempat yang
tinggi. Apakah mereka sudah bosan
hidup di bawah garis kemiskinan?
Sehingga sesekali ingin merasakan
tempat yang tinggi, walau dengan taruhan nyawa sekali pun.
Kemungkinan lain, mereka tidak bisa
menggapai cita-citanya yang tinggi.
Cita-cita yang tinggi harus di barengi
dengan pendidikan yang tinggi. Dan
pendidikan yang tinggi harus dibarengi dengan duit yang tinggi pula. Mau
kemungkinan yang lebih bodoh?
Mereka terobsesi menjadi pahlawan
super yang bisa terbang, seperti
superman atau p-man.

3. Gantung diri (di pohon jengkol atau
tiang rumah yang terbuat dari kayu
pohon jengkol) Ada dua kemungkinan di sini.
Pertama, Hidupnya memang sudah
terlalu sering digantung. Digantung
oleh janji-janji penguasa. Digantung
oleh ketidakpastian dan harapan-
harapan kosong yang tidak pernah menjadi nyata. Harapan untuk
keluar dari garis kemiskinan.
Harapan untuk mendapat kehidupan
yang layak. Harapan untuk
mendapat pekerjaan yang lebih baik.
Dan sejuta harapan-harapan lain yang hanya akan tertinggal menjadi
harapan-harapan kosong baru untuk
anak dan istrinya. Kemungkinan
kedua, Mereka sudah tidak punya
tempat menggantungkan diri. Satu-
satunya tempat menggantungkan diri, yaitu perusahaan tempat dia bekerja,
telah mem-PHK-nya. Mereka
bingung, akhirnya memutuskan untuk
menggantungkan hidup di pohon
jengkol saja. Tragis.., ironis..!!!
Karena justru di situlah mereka kehilangan hidupnya. "makanya, menggantungkan hidup itu sama
Tuhan saja. Dijamin, ngga bakalan di
PHK ".

4. Memotong nadi dengan silet Mungkin mereka ingin membuktikan
bahwa silet itu benar-benar tajam.
Bisa juga karena penasaran apakah
darah mereka berwarna biru atau
merah? Orang bilang darah biru lebih
dihormati daripada golongan orang- ortang berdarah merah.

5. Bunuh diri ala koboy Entah terinspirasi dari film koboy yang
mana, yang jelas mereka, koboy-
koboy Indonesia juga bisa menembak
kepalanya sendiri. Biasanya, koboy-
koboy Indonesia ini melakukan bunuh
diri setelah main-mainin pistolnya buat nakutin orang.

6. Bakar diri bersama-sama keluarga
tercinta Mungkin saking tidak punya uang
untuk membeli ikan bakar . Akhirnya
mereka memutuskan untuk bakar diri
bersama. Hal ini bertujuan untuk
menjaga rasa kebersamaan antar
anggota keluarga. Pasca kepergian ayah mereka. Ah.., tidak tahukah
mereka kalau minyak tanah sekarang
harganya mahal..?

7. Tidur diatas rel kereta api Jauh sebelum limbad memperagakan
magic dilindas dengan buldozer,
Metode/cara bunuh diri dengan
digilas kereta api sudah lebih dulu
populer. Alasannya tentu karena
lebih murah … tinggal tidur terlentang.., jadi deh …

Share this article :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung !
Silakan berkomentar dengan kata kata yang baik dan jangan spam

 
Contact Us : Disclaimer | Advertise With Us
Copyright © 2013 Jendela Dunia - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger